Jenderal Perang Terganas Amerika Mengancam, Rusia dalam Bahaya

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Amerika Serikat (AS) masih yakin bahwa Rusia telah menyogok tentara Taliban. Maksud Rusia memberikan sejumlah imbalan tak lain adalah membantai tentara Amerika yang masih menduduki Afghanistan.

Dalam berita sebelumnya yang dikutip VIVA Militer dari USA Today, Kongres Amerika memberikan informasi kepada Departemen Pertahanan (US Departement of Defense) bahwa Rusia telah menyogok Taliban untuk membunuh sejumlah pasukan AS yang ada di Afghanistan.

VIVA Militer: Tentara Amerika Serikat (AS) di Afghanistan
VIVA Militer: Tentara Amerika Serikat (AS) di Afghanistan

Mendengar kabar ini, Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (Chief of Joint Staff), Jenderal Mark Alexander Milley, memberikan respons keras. Milley berjanji akan akan menurunkan pasukannya jika Rusia terbukti menyuap Taliban untuk membantai tentara Amerika di Afghanistan.

"Dan jika itu benar, kami akan mengambil tindakan," ucap Milley dikutip VIVA Militer dari RadioFreeEurope RadioLiberty.

Di sisi lain, Presiden Amerika, Donald Trump, sudah menyetujui rencana penarikan sekitar 10.000 pasukan dari Afghanistan Juni 2020 lalu. Akan tetapi, mantan Komandan Pasukan Amerika untuk Afghanistan, Jenderal John Nicholson, menganggap bahwa itu adalah keputusan yang salah.

VIVA Militer: Anggota milisi Taliban di Afghanistan
VIVA Militer: Anggota milisi Taliban di Afghanistan

Dalam kacamatanya, Nicholson menganggap bahwa pemulangan puluhan ribu tentara adalah celah bagi Rusia untuk melemahkan Amerika dan Pakta Atlantik Utara (NATO).

"Penarikan pasukan ini memainkan keinginan Rusia untuk melembahkan NATO. Jika dilakukan, ini akan dipandang sebagai tanda kelemahan Amerika dalam menghadapi ancaman Rusia," kata Nicholson.