Jenderal Sigit Tawarkan Anak Prajurit KRI Nanggala 402 Jadi Polisi

Bayu Nugraha, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVAKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menawarkan anak-anak dari keluarga prajurit TNI yang gugur dalam kapal selam KRI Nanggala 402 untuk bergabung menjadi aparat Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

"Kepada bapak dan ibu, yang mempunyai putra-putri yang akan mengabdi di kepolisian akan difasilitasi," kata Sigit melalui keterangannya tertulisnya, Kamis, 29 April 2021.

Menurut dia, seluruh keluarga kru TNI Nanggala 402 merupakan bagian dari Polri. Maka dari itu, Sigit meminta kepada keluarga supaya tidak sungkan untuk menyampaikan hal-hal yang perlu dibantu.

"Kalau ada permasalahan atau kesulitan berkaitan dengan surat-surat yang diperlukan akan dibantu, sampaikan saja, saya dari keluarga besar Kapal Nanggala 402, seperti surat kehilangan, STNK, dan lainnya," ujarnya.

Pada Rabu, 21 April 2021 pukul 03.45 Wita, KRI Nanggala melaksanakan penyelaman. Kemudian pukul 04.00 Wita melaksanakan penggenangan peluncur torpedo nomor 8 dan bukan rudal. Komunikasi terakhir dengan KRI Nanggala pada pukul 04.25 saat komandan gugus tugas latihan akan memberikan otorisasi penembakan torpedo.

Sebanyak 53 prajurit yang mengawaki KRI Nanggala 402 dinyatakan gugur dalam tugas setelah kapal selam yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan, tim pencari dan penyelamatan KRI Nanggala 402 telah menemukan beberapa serpihan yang diduga kuat sebagai bagian dari tubuh kapal selam KRI Nanggala 402.

"Saya atas nama Panglima TNI menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Kita bersama-sama mendoakan supaya proses pencarian ini terus bisa dilaksanakan dan bisa mendapatkan bukti-bukti kuat," kata Hadi.

Sementara Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Yudo Margono mengatakan pencarian kapal selama KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Bali telah membuahkan hasil. KRI Rigel berhasil mendeteksi kontak signifikan keberadaan KRI Nanggala di titik tenggelamnya KRI Nanggala di kedalaman 800 meter.

“Pada hari ini, Minggu 25 April 2021, pukul 01.00 Wita, dimana KRI Rigel yang sedang melaksanakan multibeam echo sounder, telah melaksanakan kontak signifikan di sekitar datum, atau di lokasi tenggelamnya KRI Nanggala pertama kali diketahui," kata Laksamana Yudo dala jumpa pers di Bali pada Minggu, 25 April 2021.

KSAL menjelaskan, karena ROV milik KRI Rigel hanya mampu di kedalaman 800 meter, maka informasi kontak bawah laut dari KRI Rigel itu ditindaklanjuti kapal MV Swift Rescue milik Singapura, dengan menurunkan ROV pada pukul 07.37 Wita.

Selanjutnya, pukul 09.04 Wita, ROV Singapura mendapat kontak visual pada posisi 07 derajat 48 menit 56 detik Selatan dan 114 derajat 51 menit 20 detik Timur. KRI Nanggala ditemukan 1.500 yard sebelah Selatan dari tempat pertama kali dilaporkan tenggalam pada kedalaman 838 meter.

“Ini terdapat bagian-bagian dari KRI Nanggala. Jadi di sana KRI Nanggala terbelah menjadi tiga bagian," ujarnya.

Baca juga: Perintahkan Tumpas KKB, Kapolri: Negara Tidak Boleh Kalah