Jenderal Timur belum serahkan nama calon kapolri ke Presiden

MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan untuk mempercepat penggantian jabatan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (kapolri). Langkah itu dilakukan agar aparat penegak hukum lebih siap menghadapi pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2014 mendatang.

Meski akan diganti, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo mengaku belum menyerahkan nama-nama calon penggantinya. Sebab, presiden belum memintanya langsung untuk menyerahkan nama-nama tersebut.

"Belum ada permintaan dari presiden," ungkap Timur usai menghadiri peresmian Rakernas Bantuan Hukum di Istana Negara, Jumat (26/7).

Saat ditanya siapa calon penggantinya, Timur kembali menyatakan posisi tersebut lebih pantas diisi oleh perwira tinggi. Layaknya mereka diwajibkan untuk mengisi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Seperti LHKPN kan biasa, perwira tinggi harus ngisi, saya kira itu sesuatu yang harus dilaksanakan," tandasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.