Jenderal TNI Agustadi Kalahkan Prabowo Jadi Lulusan Terbaik Akmil

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Namanya mungkin tidak semahsyur Letjen TNI (Purn.) Prabowo Subianto. Akan tetapi, Jenderal TNI (Purn.) Agustadi Sasongko Purnomo adalah salah satu putra bangsa terbaik yang dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Menurut data yang dikutip VIVA Militer dari Akmil.ac, Agustadi lahir di Surabaya, 6 Agustus 1952. Saat memasuki gerbang kariernya di dunia militer, jebolan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) 1974, berhasil menjadi lulusan terbaik dan menyabet penghargaan Adhi Makayasa.

Siapa sangka, untuk meraih penghargaan tersebut Agustadi harus bersaing dengan Prabowo, yang juga tak kalah cerdas darinya.

Setahun setelah lulus dari AKABRI atau yang kini dikenal sebagai Akademi Militer (Akmil), Agustadi langsung diturunkan ke medan tempur. Dengan jabatan sebagai Komandan Pleton (Danton) Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/17/1/Kostrad, Agustadi diterjunkan dalam Operasi Seroja di Timor-Timur pada 1975.

Tiga tahun kemudian, Agustadi kembali ke Timor-Timur untuk menjalankan Operasi Pamungkas, dan Operasi Kikis di tempat yang sama pada 1981. Tak berhenti sampai di situ, Agustadi juga ikut serta dalam Operasi Kilat di Timor-Timur pada 1983.

Kiprah Agustadi sebagai prajurit tempur Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), berlanjut dalam Operasi Jaring Merah I-IV di Aceh, periode 1991 hingga 1994.

Tujuh tahun kemudian, Agustadi juga ambil bagian dalam Operasi Nuri 01 di Irian Jaya (sekarang Papua), dan yang terakhir Operasi Penumpasan RMS (Republik Maluku Selatan) di Provinsi Maluku pada 2003.

Operasi Penumpasan RMS di Maluku memiliki arti tersendiri bagi Agustadi. Dianggap sangat mengenal medan, Agustadi kemudian diangkat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVI/Pattimura, dengan pangkat Mayor Jenderal TNI.

Agustadi hanya menduduki posisi Pangdam XVI/Pattimura selama sembilan bulan, hingga akhirnya ia diangkat menjadi Panglima Komando Daerah Militer Jaya (Pangdam Jaya), periode 7 Januari 2004 hingga 7 Januari 2006.

Setelah itu, Agustadi didapuk menjadi Sekretaris Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Ham (Sesmenkopolhukam). Hingga akhirnya, Agustadi pun ditunjuk sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) periode 28 Desember 2007 hingga 9 November 2009.