Jenderal TNI Buka-bukaan Strategi Penanganan COVID-19 di Indonesia

Rifki Arsilan
·Bacaan 3 menit

VIVA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah salah satu institusi negara yang diperintahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sebagai Satuan Tugas Khusus Penanganan COVID-19 di Indonesia.

Sejak awal 2020 lalu, virus asal negeri Tiongkok itu meramba nusantara. Perlahan namun pasti, jumlah pasien positif COVID-19 semakin hari terus bertambah, pun korban yang harus meninggal dunia sungguh luar biasa.

Tentunya semua sepakat, bahwa COVID-19 bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh. COVID-19 adalah sebuah musuh baru bukan hanya bagi Indonesia, namun dunia pun mengakuinya.

TNI dibawah komando Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya baik untuk bersama-sama memerangi COVID-19. Bahkan, TNI secara institusi mengkategorikan penanganan COVID-19 ini sebagai Operasai Militer selain Perang (OMSP).

Berbagai macam cara pun dilakukan oleh TNI seluruh matra, mulai Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (AU), dan Angkatan Laut (AL) semua berjibaku melawan musuh yang tak tampak dengan mata itu.

Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayor Jenderal TNI DR.dr.Tugas Ratmono yang diamanatkan sebagai Koordinator Penanganan COVID-19 di lingkungan TNI menjelaskan, pihaknya sejak awal tahun 2020 telah bekerja keras untuk menekan penyebaran virus COVID-19 di Indoneisa.

Seluruh kekuatan pun dikerahkan dari tiga matra TNI. Menurutnya, semua bekerja dengan membangun sinergitas dengan sejumlah instansi terkait, seperti Kemenkes, Polri, Satgas Nasional Penanganan COVID-19, termasuk dengan pemerintah daerah.

"Mulai dari upaya sosialisasi kepada masyarakat agar membiasakan dengan hidup sehat dan terbiasa dengan new normal, hingga pengerahan tim kesehatan untuk menangani para pasien yang teridentifikasi positif COVID," kata Mayjen TNI Tugas Ratmono, dikutip VIVA Militer dari keterangan Puspen TNI, Minggu, 25 Oktober 2020.

VIVA Militer : Kapuskes TNI Mayjen TNI Tugas Ratmono
VIVA Militer : Kapuskes TNI Mayjen TNI Tugas Ratmono

Pria yang juga bertanggung jawab dalam distribusi tim kesehatan di lingkungan TNI itu mengisahkan, seluruh matra TNI memiliki tim kesehatan masing-masing matra. Semuanya bersinergi dan berkoordinasi untuk menangani pasien COVID-19 di rumah sakit-rumah sakit darurat COVID-19, dan rumah sakit-rumah sakit rujukan di masing-masing matra.

"Dengan jumlah tim kesehatan TNI yang ada, tapi alhamdulillah kita mampu melakukan managemen untuk memenuhi kebutuhan tim kesehatan baik di rumah sakit-sakit darurat COVID-19, maupun di rumah sakit rujukan di masing-masing matra TNI. Termasuk juga kita atur dokter yang menangani pasien selain COVID juga," ujarnya.

Secara spesifik dia menuturkan, sejak awal didirikan hingga saat ini jumlah pasien COVID-19 yang telah dirawat di RS Darurat Wisma Atlet sebanyak 17.797 pasien, sementara pasien yang sembuh mencapai 16.216, atau sekitar 83 persen dari total pasien yang pernah di rawat di Wisma Atlet.

"Saat ini (per-hari Sabtu, 24 Oktober 2020) kita merawat sebanyak 1412 gejala ringan dan sedang, 1214 yang isolasi mandiri, jumlahnya 2626 pasien. Jadi ini cukup banyak, dan pernah kami merawat sampai hampir 5000 pasien. Jadi ini rumah sakit darurat yang luar biasa besar, bukan hanya di Indonesia, bahkan mungkin ini rumah sakit penanganan COVID terbesar di dunia," paparnya.

Sementara untuk pelibatan tim kesehatan, lanjutnya, di RS Darurat Wisma Atlet saja saat ini ada sekitar 359 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Tenaga kesehatan itu tergabung dari tim kesehatan TNI, Kementerian Kesehatan, Polri, hingga relawan.

"Sejak awal saya kira ribuan TNI yang terlibat di wisma atlet. Mereka silih berganti sesuai dengan yang ditugaskan oleh Panglima TNI dalam hal ini melibatkan kesehatan Matra Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut," katanya.

Untuk diketahui, Indonesia memiliki tiga rumah sakit darurat penanganan COVID-19, yaitu di RS Darurat Wisma Atlet, RS Darurat Pulau Galang, Natuna, dan RS Lapangan Indrapura. Ketiga rumah sakit darurat COVID-19 itu dibawah kendali TNI.

Baca juga : KSAD Lepas Kepulangan 2 Polisi Korban Penyerangan Polsek Ciracas