Jenderal TNI Eks Menteri Jokowi Sang Pembasmi Korupsi

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Bukan perkara mudah untuk bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap Kementerian Agama (Kemenag), yang dicap sebagai kementerian paling korup pada 2011 silam. Akan tetapi, tantangan itu coba dijawab oleh sosok Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi.

Tepatnya pada 23 Oktober 2019, Fachrul Razi ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) ke-23, menggantikan Lukman Hakim Saifuddin.

Dikutip VIVA Militer dari sebuah akun Instagram bernama @rezkytuanany, disebutkan bahwa Jokowi memilih Fachrul sebagai Menteri Agama agar bisa menuntaskan sejumlah hal. Selain untuk menghapus cap kementerian yang penuh dengan praktek korupsi, jebolan Akademi Militer (Akmil) 1970 ini juga diharapkan bisa mengatasi masalah radikalisme.

Dalam akun itu juga tertulis bahwa Fachrul dihadapkan dengan fakta bahwa pada 2011 silam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis sebuah hasil survey yang sangat mengejutkan. Ya, Kementerian Agama mendapat cap kementerian paling korup dari 22 instansi pusat yang jadi target survey KPK.

Sejumlah indikator menunjukkan bahwa dalam Kementerian Agama ada banyak kasus sesmisal suap dan gratifikasi pelayanan umat, hingga masalah tata kelola haji.

Terbukti, pada April 2015 KPK secara resmi menetapkan Menteri Agama ke-21, Surya Dharma Ali, sebagai tersangka. Surya harus duduk di kursi pesakitan akibat terlibat dalam korupsi dana haji.

***

Tak hanya itu, Lukman Hakim Saifuddin yang menjadi Menteri Agama setelah Surya juga terlibat dalam masalah suap. Masuknya nama Lukman terkait dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), pada Maret 2019.

Dengan sejumlah fakta tersebut, jelas tugas Fachrul tidak segampang membalik telapak tangan. Oleh sebab itu, mantan Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) membuat sejumlah terobosan.

Beberapa diantaranya adalah melakukan perekrutan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kemenag secara terbuka dan profesional. Fachrul juga melakukan sejumlah langkah reformasi dalam instansinya. Pria kelahiran Kutaradja, Banda Aceh, 73 tahun silam, juga membenahi kementeriannya dengan sikap disiplin tinggi sesuai karakternya sebagai mantan prajurit TNI.

Fachrul sendiri memang kenyang dengan pengalaman di dunia militer. Selama 30 tahun kariernya sebagai prajurit TNI, Fachrul pernah ikut bertempur di sejumlah operasi militer, semisal Operasi Seroja di Timor-Timur.

Fachrul juga merasakan posisi sebagai Komandan Brigade Infanteri (Brigif) Lintas Udara (Linud) 7 Kujang 1 Kostrad, Wakil Asisten Operasi (Waasops) Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) VII/Wirabuana, dan Kepala Staf Umum (Kasum) ABRI.

Akan tetapi, nasib justru berkata lain. Fachrul jadi salah satu menteri yang masuk dalam daftar reshuffle Jokowi. Posisi Fachrul kemudian digantikan oleh K. H. Yaqut Cholil Qoumas, mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).