Jenderal TNI Komandan UNAMID PBB Dimutasi dari BAIS

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Perubahan jabatan besar-besaran terjadi di tubuh militer Tentara Nasional Indonesia terjadi di awal tahun 2021, sebanyak 50 perwira tinggi dirotasi.

Rotasi jabatan pati ini terjadi setelah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menerbitkan Surat Keputusan nomor Kep/80/I/2021 tanggal 26 Januari 2021.

Dari siaran resmi yang diterima VIVA Militer, Rabu 27 Januari 2021, dari sebanyak 50 pati TNI yang dirotasi, terbanyak terjadi di TNI Angkatan Darat. Total ada 30 pati TNI AD. Sedangkan TNI Angkatan Laut hanya 16 pati dan TNI Angkatan Udara 4 pati.

Yang paling menarik dalam rotasi di tubuh TNI AD ialah dimutasinya Brigadir Jenderal TNI Karmin Suharna. Komandan Satuan Intelijen Teknologi pada BAIS Badan Intelijen Strategis TNI itu ditarik Markas Besar TNI AD untuk menjabat Perwira Staf Ahli TK III KSAD Bidang Komsos.

Dan jabatan Dansatinteltek Bais TNI diserahkan kepada Kolonel Chb Nurcahyo Utomo. Perwira menengah dari korps perhubungan TNI AD ini tadinya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Informasi dan Pengolahan Data Angkatan Darat (Disinfolahtad).

Perlu diketahui, Brigjen TNI Karmin bukan perwira tinggi TNI sembarangan lho, dia pernah menjabat sebagai Force Commander Chief of Staff UNAMID (United Nations African Union Mission in Darfur) PBB, saat itu pada 2015 beliau menjabat sebagai Komandan Kontingen Garuda UNAMID Darfur Sudan.

Hebatnya, di medan operasi dia pernah memimpin latihan besar menyelamatkan pasukan perdamaian dunia. Ketika itu yang terlibat dalam latihan mencapai 14.425 prajurit militer dari berbagai negara.

Dalam latihan di skenariokan Super Camp El-Fasher atau lebih dikenal dengan sebutan UNAMID HQ El-Fasher yang merupakan pusat kendali Misi UNAMID di Darfur mendapat tembakan dari pihak UAG (Unknown Armed Group) atau kelompok bersenjata yang tidak kenal.

Tembakan datang dari segala penjuru UNAMID HQ dan membuat kepanikan dari seluruh personel UNAMID yang saat ini berjumlah kurang lebih 14425 orang. Bisa dibayangkan betapa sulitnya koordinasi di lapangan apabila terjadi chaos yang mengancam personel peace keeper apabila ini tidak dilatihkan.

Baca: Jenderal Penemu 8 Kekuatan Cakra Kostrad Ditarik ke Mabes TNI AD