Jenderal TNI Pendobrak Ormas Terlarang FPI ke Markas Penjaga Langit

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Di hari Senin pertama di tahun 2021 ini, semua satuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) mulai bergeliat. Upacara bendera pertama juga telah dilaksanakan di semua markas. Para komandan pemegang tongkat komando juga mulai bergerak.

Tak terkecuali Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya/Jayakarta, Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Pembaca setia VIVA Militer sudah pasti penasaran, kegiatan apakah yang dilakukan Jenderal TNI kelahiran Bandung, Jawa Barat di hari normal pertama tahun baru ini.

Dilansir dari siaran resmi Kodam Jaya, Senin 4 Januari 2021, Mayjen TNI Dudung Abdurachman berkunjung ke markas para penjaga langit Ibukota Jakarta, yaitu ke Markas Resimen Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 1/Faletahan dan Batalyon Arhanud 10/Agni Bhuana Cakti di Kompleks Kodam Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Jenderal TNI jebolan Akademi Militer 1988 datang bersama istrinya, yang juga menjabat Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Kodam Jaya, Rahma Dudung Abdurachman.

Kedatangan Mayjen TNI Dudung disambut langsung oleh Komandan Arhanud 10/ABC, Mayor Arh Syarif Syahbanjar beserta prajurit TNI lainnya. Kehadiran Mayjen TNI Dudung juga diiringi dengan lantunan musik marching band Agni Bhuana Cakti.

Mayjen TNI Dudung datang ke markas ini untuk bersilaturahmi sekaligus memeriksa kesiapaan prajurit TNI serta alutsista pertahanan udara yang ada di markas Arhanud 1 Falatehan.

Dalam pengarahan Pangdam Jaya kepada prajurit Yonarh 10/ABC, Pangdam menyampaikan, agar prajurit TNI dapat bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai kejadian di tahun 2020 terulang lagi, seperti kasus penyerangan ke Ciracas.

Selain itu, Mayjen TNI Dudung juga mendatangi Markas Batalyon Artileri Pertahanan Udara 6/Baladhika Akaca Yudha (BAY) di Jalan Lagoa Kanal Kebun Kebun Bawang Tanjung Priok Jakarta Utara.

Perlu diketahui, nama Mayjen TNI Dudung di tahun 2020 sangat populer di masyarakat Indonesia, karena keberhasilannya mengatasi masalah keamanan di Jakarta.

Sejak pindah tugas dari Gubernur Akademi Militer untuk mengisi jabatan Pangdam Jaya, yang ditinggalkan Letjen TNI Eko Margiyono, yang naik jabatan menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), pada 27 Juli 2020, Mayjen TNI Dudung langsung dihadapkan dengan berbagai masalah besar.

Mulai dari penyerangan markas polisi oleh seratusan prajurit TNI, kerusuhan dalam unjukrasa Undang-undang Cipta Kerja Omnibus Law. Dan yang paling tenar tentunya tindakan tegas yang dilakukannya terhadap organisasi terlarang FPI, yang melanggar aturan dalam pemasangan spanduk dan baliho di Jakarta.

Ketika itu, Mayjen TNI Dudung mendobrak kebiasaan buruk ormas terlarang itu dengan mengerahkan pasukan untuk melucuti semua baliho liar bergambar wajah pentolan ormas terlarang FPI, Rizieq Shihab. Semua baliho FPI di Jakarta berhasil ditumbangkan dan Jakarta menjadi bersih dari baliho liar.

Baca: Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, Ksatria Jala Bhakti TNI Meninggal