Jenderal TNI Pentolan Kopassus Jadi Orang Nomor 1 di Tatar Pasundan

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Jauh sebelum Ridwan Kamil menduduki kursi Gubernur Provinsi Jawa Barat (Jabar), ada seorang purnawirawan Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat yang lebih dulu jadi orang nomor satu di Tatar Pasundan.

Dalam data yang dikutip VIVA Militer dari situs resmi Provinsi Jawa Barat, sosok militer yang pernah menjadi Gubernur Jawa Barat itu adalah Letjen TNI (Purn.) Yogie Suardi Memet, atau yang lebih dikenal dengan Yogie S. Memet.

Siapa sangka, Yogie yang semasa kecilnya bercita-cita ingin menjadi anggota Polri justru berhasil menjadi salah satu prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terbaik yang pernah ada.

Tak hanya bagi TNI Angkatan Darat, Yogie juga adalah salah satu prajurit terbaik yang pernah dimiliki oleh satuan elite Komando Pasukan Khusus. Bagaimana tidak, Yogie adalah salah satu dari 32 orang Pati TNI Angkatan Darat yang pernah jadi orang nomor satu di Korps Baret Merah.

Kiprah Yogie mulai mencuat saat menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 330/Tridharma, pada 1964. Saat itu, pangkat Yogie masih Mayor TNI.

Yogie dan pasukannya menjalankan operasi penumpasan gerakan separatis Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Sulawesi, di bawah komando Kahar Muzakkar.

Salah satu anak buah Yogie yang diketahui bernama Kopral Satu (Koptu) TNI Sadeli, adalah prajurit yang berhasil menembak mati Kahar Muzakkar dengan senapan mitraliur Thompson (Tommy Gun).

***

Pasca keberhasilannya itu, karier Yogie semakin mengkilap. Yogie kemudian dipercaya menjabat Komandan Brigade Infanteri (Brigif) 15/Kujang II dengan pangkat Kolonel TNI. Pangkat Yogie naik menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen), saat menduduki posisi sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha), yang sekarang menjadi Kopassus.

Setelah menjadi Danjen Kopassandha, Yogie kemudian naik pangkat lagi menjadi Mayor Jenderal (Mayjen) TNI pada 1983. Saat itu, Yogie kembali mendapatkan promosi pangkat dan jabatan baru sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Siliwangi, yang saat ini menjadi Kodam III/Siliwangi.

Setelah itu, Yogie sempat menjabat sebagai Panglima Komando Wilayah Pertahanan (Kowilhan) II di Yogyakarta, dengan pangkat Letnan Jenderal (Letjen) TNI pada 1983. Di tahun yang sama, Yogie juga pensiun dari dinas militernya.

Dua tahun setelah pensiun, Yogie dipercaya menduduki posisi Gubernur Jawa Barat. Saat itu, ia menggantikan seniornya di TNI Angkatan Darat, Mayjen TNI (Purn.) Aang Kunaefi.

Delapan tahun menjabat sebagai Gubernur Jabar, Yogie kemudian ditunjuk Presiden Republik Indonesia (RI) ke-2, Jenderal Besar TNI (Purn.) Soeharto, untuk menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri RI ke-20.

Pada tahun 2003 Yogie sempat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Namun, jabatan itu akhirnya ditinggalkan akibat sakit ginjal yang dideritanya. Yogie meninggal dunia pada 7 Juni 2007 pada usia 78 tahun, di Rumah Sakit Advent Bandung.