Jenderal Yahudi Benny, Panglima Perang Sadis Israel Mendadak Baik Hati

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ada sebuah pernyataan cukup aneh yang diutarakan panglima perang tersadis Yahudi, Letnan Jenderal alias Rav Aluf, Benny Gantz.

Panglima Pasukan Pertahanan Israel ke-20 itu mendadak menyatakan keprihatinannya pada nasib warga Lebanon, saat negara musuh abadi Israel itu tengah dilanda krisis ekonomi yang mengkhawatirkan.

Dalam siaran resminya dilansir VIVA Militer, Selasa 6 Juli 2021, Jenderal Benny mengatakan, hatinya sangat sakit tatkala melihat banyak orang kelaparan di jalanan Lebanon,

"Sebagai seorang Israel, sebagai seorang Yahudi dan sebagai manusia, hati saya sakit melihat gambaran orang-orang kelaparan di jalanan Lebanon," kata pria yang kini menjabat Menteri Pertahanan Negara Israel itu.

Tak cuma sekadar iba pada nasib rakyat Lebanon, Jenderal Benny juga menyatakan bahwa negaranya siap membantu Lebanon untuk lepas dari krisis yang menyiksa.

"Israel telah menawarkan bantuan ke Lebanon di masa lalu dan bahkan hari ini kami siap untuk bertindak, dan untuk mendorong negara-negara lain untuk mengulurkan tangan membantu ke Lebanon sehingga sekali lagi akan berkembang dan keluar dari keadaan krisisnya," ujarnya.

Pernyataan Jenderal Benny ini tentu saja sangat mengejutkan bagi orang-orang yang tahu sepak-terjangnya di dunia militer.

Sebab sangat bertolak belakang dengan apa yang pernah diperbuatnya. Selama ini dia dikenal sebagai panglima perang sadis yang pernah memimpin Israel Defense Force (IDF) dan peperangan melawan Lebanon di masa lalu.

Selama karier militernya, tercatat Benny merupakan jenderal yang paling sering dikerahkan untuk bertempur melawan Lebanon. Dia pertama kali menggempur Lebanon dalam Operasi Litani di Lebanon Selatan pada 1978, ketika itu Benny masih menjabat komandan kompi di Brigade Pasukan Lintas Udara IDF. Empat tahun kemudian dia kembali terlibat dalam perang Lebanon 1982, lalu memimpin pasukan Israel dalam perang Lebanon selatan 1985 hingga 2000.

Tak cuma sampai di situ, saat perang Lebanon kembali pecah pada 2006, Jenderal Benny kembali angkat senjata, saat itu dia menjabat Komandan Komando Pasukan Darat. Dalam peperangan dengan Lebanon itu, tercatat ribuan orang terutama warga sipil Lebanon meregang nyawa.

Baca: Jokowi dan Jenderal TNI Jadi Korban Kisah Memalukan Rudal China SBY

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel