Jendi Pangabean Ungkap Ketatnya Prokes yang Dijalani Sebelum ke Berangkat Paralimpiade Tokyo 2020

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Atlet para-renang Indonesia, Jendi Pangabean, telah bertolak ke Jepang untuk ambil bagian pada Paralimpiade Tokyo 2020. Dia berangkat bersama kloter pertama kontingen Indonesia, pada Senin (16/8/2021).

Sebelum berangkat ke Jepang, Jendi Pangabean terus menggeber persiapan di pemusatan latihan, di Solo, Jawa Tengah. Imbas dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Jendi dan atlet para-renang lainnya tak bisa berlatih di Karangnyar, Jawa Tengah.

Mereka akhirnya berlatih di tempat pemusatan latihan atlet-atlet Indonesia untuk Paralimpiade Tokyo, di Hotel Kusuma Sahid Solo. Jendi pun mengungkapkan beratnya latihan di tengah pandemi Covid-19.

Yang terberat dan bikin khawatir tentu saja menjalani tes swab PCR setiap hari menjelang keberangkatan ke Tokyo. Mereka menjalani tes setiap pagi dan hasilnya keluar pada sore hari.

"Kami harus tes swab PCR setiap hari menjelang keberangkatan ke Tokyo. Tesnya biasa saja karena sudah sering. Tapi, yang bikin deg-degan saat nunggu hasilnya. Kalau positif kan batal berangkat ke Tokyo dan apa yang sudah dipersiapkan selama satu tahun bisa gagal," kata Jendi, dalam perbincangan dengan Bola.com pekan lalu.

Untuk menghindari terpapar Covid-19, para atlet Indonesia harus menjalani protokol kesehatan yang sangat kettat. Sejak awal Agustus, Jendi Pangabean dan kawan-kawan dilarang keluar dari hotel Kusuma Sahid Solo, yang jadi tempat pemusatan latihan kontingen Indonesia.

"Semua atlet Indonesia tinggal di Kusuma Sahid. Sejak awal Agustus kondisinya makin diperketat. Kami tidak boleh ke mana-mana. Bahkan, sejak awal Agustus pegawai hotel juga harus menginap, tidak boleh pulang," kata Jendi Pangebean tentang prokes yang harus dijalani menjelang keberangkatan ke Paralimpiade Tokyo 2020.

Target Jendi Pangabean

Perenang Indonesia, Jendi Pangabean. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Perenang Indonesia, Jendi Pangabean. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Selama di hotel, setiap atlet Indonesia masing-masing menempati satu kamar tersendiri. Mereka juga tidak boleh kontak langsung dengan pegawai hotel.

"Jadi kami benar-benar mandiri, membersihkan kamar juga sendiri. Makanan diantar sampai depan kamar, nanti kami mengambil sendiri. Jadi saya benar-benar tidak tahu apa-apa di luar hotel," ujar peraih medali emas pada Asian Games 2018 tersebut.

"Hiburannya ya nonton televisi di kamar, atau berselancar di handphone," imbuhnya.

Jendi Pangabean akan turun di nomor 100 meter gaya punggung S9 pada Paralimpiade Tokyo 2020, yang rencananya bergulir pada 24 Agustus hingga 5 September. Ini akan menjadi partisipasi kedua Jendi di Olimpiade.

Sebelumnya, ia pernah tampil di ajang Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Namun sayang, hasilnya kurang memuaskan. Jendi gagal melaju ke final setelah berada di urutan keenam saat berlomba di heat dua dengan catatan waktu 1 menit 8,28 detik.

Jendi akan kembali tampil pada nomor yang sama di Paralimpiade Tokyo 2020. Dia dijadwalkan tampil di Tokyo Aquatics Centre pada 30 Agustus 2021.

Peraih medali emas Asian Para Games 2018 Jakarta itu bertekad untuk memperbaiki pencapaiannya.

"Harapannya semoga bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia," kata Jendi dalam keterangan resmi NPC Indonesia, Senin.

"Kami sudah pelatnas hampir satu tahun, yang paling tidak bisa memberikan penampilan yang terbaik dari hasil latihan selama ini di Tokyo nanti," tambahnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel