Jendi semakin bersemangat ditonton langsung kedua orang tua

Jendi Pangabean semakin bersemangat berlomba pada cabang olahraga para-renang ASEAN Para Games 2022 karena ditonton langsung oleh kedua orang tuanya di Stadion Jatidiri Semarang, Rabu.

"Orang tua nonton langsung. Dari Palembang langsung ke sini. Hari pertama sudah nonton," kata Jendi kepada ANTARA seusai pengalungan medali, Rabu.

Atlet kelahiran Muara Enim, Sumatra Selatan itu menyebutkan kedua orang tuanya sudah menonton sejak hari pertama perlombaan para-renang APG 2022, Senin (1/8) lalu.

Dengan kehadiran orang tua menyaksikannya langsung saat berlaga, perenang berusia 31 tahun itu mengaku jelas kian meningkatkan motivasinya.

"(Yang nonton) Kedua orang tua sama adik. Sangat memberikan 'support' buat saya," kata paralimpian yang pernah mewakili Indonesia pada Paralimpiade Rio 2016 dan Paralimpiade Tokyo 2020 itu.

Selain saat ini, kata Jendi, orang tuanya juga pernah menontonnya langsung saat berlomba, termasuk saat Asian Para Games 2018 di Jakarta.

"Kemarin di Jakarta nonton. Ini kedua kalinya mereka nonton. Karena kita kan tuan rumah," kata putra pasangan Akmal dan Misnawati itu.

Jendi saat ini telah mengoleksi empat medali emas APG 2022, yakni dua dari nomor perorangan dan dua nomor beregu.


Baca juga: Jendi Pangabean gondol tiga emas para-renang di hari ketiga

Medali emas perorangan diraih dari nomor 100 meter gaya punggung putra S9 dan 100 meter gaya kupu-kupu putra S9.

Sedangkan nomor beregu diraih dari nomor estafet 4x100 meter gaya ganti putra 34 point bersama tiga perenang, yakni Rino Saputra, Guntur, dan Zaki Zulkarnain.

Kemudian nomor estafet 4x100 meter gaya bebas putra 34 poin bersama Zaki Zulkarnain, Ahmad Azwari, dan Guntur yang digelar pada hari pertama, Senin (1/8) lalu.

Selain meraih emas, Jendi juga berhasil memecahkan rekor di dua nomor, yakni di nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra S9 dengan catatan waktu 1 menit 4,71 detik.

Catatan waktu itu memecahkan rekor yang dicetak Huynh Amh Khoa Vo dari Vietnam dengan 1 menit 6,12 detik pada 2011.

Rekor kedua dicetak Jendi dkk pada nomor estafet 4x100 meter gaya ganti putra 34 poin dengan catatan waktu 4 menit 44,92 detik.


Baca juga: Mutiara puas raih target medali emas para-renang
Baca juga: Steven gondol emas dan perbaiki rekor para-renang
Baca juga: Para-renang target enam emas pada hari ketiga

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel