Jengkol Hingga Durian, Hindari Hal Ini Saat Deteksi COVID-19 GeNose

Rochimawati, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebanyak 5.000 unit GeNose C19 atau alat deteksi COVID-19 lewat embusan napas besutan tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) siap didistribusikan pada pertengahan Februari 2021. Sebelumnya, alat ini telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kapasitas produksi per Februari 2021 nanti lebih dari 5.000 unit, sudah bisa dipakai dan didistribusikan ke seluruh Indonesia," kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi (Menristek/BRIN), Bambang Brodjonegoro, dari keterangan tertulisnya.

Bambang mengatakan fleksibilitas penggunaan GeNose C19 memungkinkan penempatannya di bandara, stasiun, terminal, rumah sakit, dan perkantoran. Serta, tempat umum lainnya seperti tempat wisata dan pusat perbelanjaan, sehingga masyarakat diharapkan dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman dalam rangka pemulihan ekonomi.

Untuk mendapat hasil yang tepat, Ketua Tim Pengembang GeNose, Kuwat Triyana, menyarankan agar menghindari beberapa hal sebelum dicek menggunakan alat buatannya itu. Kuwat yang juga seorang profesor fisika menuturkan, hembusan napas yang memiliki aroma terlalu kuat, bisa mengacaukan hasil tes.

"Satu jam atau terpaksanya itu 30 menit sebelum dites itu jangan makan makanan yang aromanya itu keras. Seperti misalnya jengkol, pete, durian, kopi, ngerokok. Orang-orang yang melanggar aturan itu, enggak jujur, biasanya ketemunya positif," kata Kuwat di kesempatan yang sama.

Sementara itu, dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, salah satu anggota tim peneliti dan pengembang GeNose UGM, mengatakan bahwa alat yang dikembangkan tim peneliti UGM sejak Maret 2020 lalu ini terbukti memiliki sensitivitas hingga 90 persen dan spesifitas mencapai 96 persen.

Adapun satu unit Genose C19 dijual Rp 62 juta dan dapat digunakan mendeteksi COVID-19 melalui embusan napas dengan sangat cepat sekitar 2 menit tanpa memerlukan reagen maupun bahan kimia lainnya.

"Untuk pembacaan saat deteksi, apabila positif disarankan melakukan pengambilan ulang embusan napas ke-2 dalam waktu 30 menit setelah pengambilan pertama. Jika hasil konsisten positif disarankan melanjutkan pemeriksaan dengan PCR konfirmasi,” tuturnya.

Seperti diketahui, jumlah kasus COVID-19 saat ini masih tinggi. Untuk itu, cara yang paling efektif dilakukan untuk mencegah penularan yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu melakukan 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan jauhi kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun.

#ingatpesanibu
#satgascovid19
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#jagajarak