Jenis-Jenis Biji Kopi Terkenal di Dunia dan Terbaik di Indonesia

·Bacaan 5 menit

Bola.com, Jakarta - Kopi saat ini sedang berada di puncak. Kepopuleran minuman yang terbuat dari biji kopi seakan tiada lawan. Banyak yang menggemari kopi dari berbagai kalangan, tua muda, pria maupun wanita.

Minuman dari kopi bisa menjadi teman dalam segala suasana. Pagi, siang, malam, dinikmati secara panas atau dingin, sama nikmatnya. Kopi bisa menemani saat bekerja maupun saat bersantai.

Sebagai penikmat kopi, Anda mungkin telah hafal kopi-kopi favorit pilihan Anda. Mungkin Anda penyuka americano, atau espresso, latte, cappucinno, ristretto, macchiato, flat white maupun piccolo latte.

Sah-sah saja Anda memiliki kegemaran pada satu di antara atau bahkan beberapa macam minuman kopi. Satu yang utama, kenikmatan kopi yang Anda minum dipengaruhi dari biji kopi.

Perlu diketahui, ada berbagai jenis biji kopi. Sebagai satu di antara negara penghasil kopi, tentu Indonesia juga memiliki biji kopi ternama, yang menjadi favorit tak hanya orang Indonesia saja.

Apa saja jenis-jenis biji kopi ternama di dunia dan Indonesia? Berikut ini rangkumannya, jenis-jenis biji kopi ternama di dunia dan Indonesia, disadur dari Liputan6, Senin (30/8/2021).

Jenis-Jenis Kopi

Ilustrasi kopi, biji kopi, coffee beans. (pixabay)
Ilustrasi kopi, biji kopi, coffee beans. (pixabay)

1. Kopi Arabika

Kopi arabika merupakan jenis kopi cukup terkenal dan memiliki banyak varietas. Kopi arabika merupakan kopi tradisional yang rasanya dianggap paling enak oleh para penikmat kopi.

Biji kopi arabika memiliki ciri-ciri ukuran biji yang lebih kecil dibandingkan biji kopi jenis robusta, selain itu, kandungannya kafeinnya lebih rendah, rasa dan aromanya lebih nikmat. Jenis kopi arabika memiliki beberapa varietas yang terkenal, yakn :

  • Kopi Kolombia (Colombian coffee). Satu di antara varietas kopi arabika ini pertama kali diperkenalkan di Kolombia pada awal 1800. Jika langsung digoreng, kopi Kolombia memiliki rasa dan aroma yang kuat. Kolombia adalah penghasil kopi kedua terbesar di dunia setelah Brasil. Sekitar 12 persen kopi di dunia dihasilkan di negara ini.

  • Colombian Milds. Varietas ini termasuk kopi dari Kolombia, Kenya, dan Tanzania. Semuanya adalah jenis kopi arabika yang telah dicuci.

  • Guatemala Huehuetenango. Kopi jenis ini ditanam di ketinggian 5000 kaki di bagian utara Guatemala.

  • Ethiopian Yirgacheffe. Varietes kopi arabika satu ini berasal dari daerah di kota Yirga Cheffe di provinsi Sidamo (Oromia) di Ethiopia.

  • Hawaiian Kona coffee. Hawaiian Kona coffee ditanam di kaki pegunungan Hualalai di distrik Kona di Hawaii. Kopi diperkenalkan pertama kali di Hawaii oleh Chief Boki, Ggubernur Oahu, pada 1825.

  • Jamaican Blue Mountain Coffee berasal dari Blue Mountains di Jamaika. Kopi ini memiliki harga yang mahal karena kepopulerannnya.

  • Varietes kopi arabika juga ada yang berasal dari Indonesia yakni kopi Jawa (Java coffee). Kopi Jawa ini berasal dari Pulau Jawa. Kopi ini sangat terkenal sehingga nama Jawa menjadi nama identitas untuk kopi.

  • Varietas kopi arabika selanjutnya bernama kenyan. Kopi ini terkenal karena tingkat keasaman dan rasanya.

2. Kopi Robusta

Kopi Robusta memiliki tekstur sedikit lebih kasar di lidah, dan rasanya lebih manis seperti cokelat. Jenis kopi Robusta bisa tumbuh dan hidup di daerah dengan ketinggian 400-700 mdpl dengan temperatur 21-24°C.

Biji kopinya tak mudah rusak oleh hama. Oleh karena itu, produksi kopi robusta per hektar lebih banyak dan dengan biaya produksi yang lebih rendah.

Kopi Robusta lebih sering diproduksi menjadi kopi instan karena kadar kafeinnya tinggi dan cocok dikonsumsi saat butuh suntikan energi cepat.

Ada beberapa varietes kopi robusta yang terkenal adalah kopi luwak dari Indonesia dan kopi alamid dari Filipina.

Ilustrasi kopi, biji kopi, coffee beans. Credit: pexels.com/Dominika
Ilustrasi kopi, biji kopi, coffee beans. Credit: pexels.com/Dominika

3. Kopi Liberika

Kopi liberika berasal dari Liberia, Afrika barat. Kopi liberika dapat tumbuh sekitar 9 meter dari tanah. Jenis kopi ini memiliki ukuran daun, bunga, cabang, buah, dan pohon yang lebih besar dibandingkan dengan jenis arabika dan robusta.

Kopi liberika agak rentan terhadap penyakit HV Hemileia vastratix atau penyakit karat daun.

Memiliki kualitas buah yang relatif rendah, kopi berjenis liberika mampu berbuah sepanjang tahun dan dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah.

Kopi liberika memiliki beberapa karakteristik, yakni ukurannya lebih besar dari kopi arabika dan kopi robusta, berbuah sepanjang tahun, kualitas buah relatif rendah, ukuran buah tidak merata, dan tumbuh baik di dataran rendah.

Varietes kopi liberika yang pernah didatangkan ke Indonesia di antaranya Ardoniana dan Durvei.

4. Kopi Ekselsa

Kopi ekselsa berasal dari Afrika barat, kali pertama jenis kopi ini ditemukan di dekat Danau Chad. Kopi jenis Ekselsa ini cocok dibudidayakan di daerah dataran rendah yang basah.

Kopi jenis ini sangat mudah dalam hal pembudidayaannya karena kopi berjenis ekselsa tidak rentan diserang penyakit.

Jenis kopi ekselsa di Indonesia banyak ditemukan di kabupaten Tanjung Jabung Barat (Provinsi Jambi) karena topografi lahan di daerah sana sangat mendukung untuk kopi jenis ini.

Jenis Kopi Terbaik di Indonesia

Ilustrasi kopi, biji kopi, coffee beans. (Photo by Mike Kenneally on Unsplash)
Ilustrasi kopi, biji kopi, coffee beans. (Photo by Mike Kenneally on Unsplash)

1. Kopi Toraja

Kopi toraja memiliki dua varian, yaitu arabika dan robusta. Sesuai namanya, kopi Toraja berasal dari Sulawesi Selatan.

Kopi Toraja terkenal hingga ke luar negeri, seperti Jepang dan Amerika. Kopi Toraja dianggap sebagai minuman premium, bahkan sudah dipatenkan oleh perusahaan Jepang bernama Key Coffee sejak tahun 2005.

2. Kopi Wamena Papua

Kopi ini memiliki rasa unik dengan aroma cokelat dan floral. Rasa asamnya sedang dan body medium. Kopi Papua ini jenis kopi arabika yang ditanam di Lembah Baliem pegunungan Jayawijaya, dengan ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kopi ini istimewa lantaran ditanam menggunakan alat tradisional.

3. Kopi Kintamani

Kopi kintamani ini berasal dari Bali. Ciri khas dari kopi Kintamani adalah adanya rasa pahit sekaligus bercita rasa jeruk. Cita rasa itu berasal karena petani kopi di Kintamani bertetangga dengan kebun jeruk sehingga ada aftertaste segar dari kopi Kintamani.

Ilustrasi kopi, biji kopi, coffee beans (Sumber: Pixabay/shixugang)
Ilustrasi kopi, biji kopi, coffee beans (Sumber: Pixabay/shixugang)

5. Kopi Flores Bajawa

Kopi Bajawa dari Flores ditanam di ketinggian 1.000-1.550 meter di atas permukaan laut (mdpl) di perkebunan yang berada di Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kopi Flores memiliki ciri khas rasa nutty atau kacang-kacangan serta karamel. Teksturnya kental dengan sensasi sedikit asam, tetapi masih aman di lambung.

5. Kopi Gayo

Kopi Gayo merupakan jenis kopi Arabika yang sudah terkenal di berbagai belahan dunia. Kopi ini di produksi di daerah Aceh Tengah, tepatnya di dataran tinggi Gayo, yang merupakan pusat perkebunan dan produksi kopi terbaik di dunia.

Prosesnya cukup panjang. Biji kopi dimasak dalam oven sekitar empat jam hingga mencapai kematangan 80 persen di oven. Setelah itu, biji kopi ditambahkan dengan gula.

6. Kopi Luwak

Kopi ini menjadi incaran para pencinta kopi di seluruh dunia.

Produksi yang sangat terbatas menjadikan kopi ini langka dan sangat mahal untuk mencicipi secangkir kopi luwak ini. Kopi luwak dihasilkan dari proses yang unik.

Disadur dari: Liputan6.com (Penulis: Selma Intania Hafidha, Editor: Septika Shidqiyyah. Published: 26/10/2020)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel