Jenis-Jenis Erosi Berdasarkan Proses Terjadinya, Lengkap Beserta Penjelasannya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Erosi merupakan proses alam yang terjadi di banyak lokasi, yang biasanya makin diperparah oleh ulah manusia. Erosi mempunyai dampak yang kebanyakan merugikan karena terjadi kerusakan lingkungan hidup.

Beberapa proses alam yang mengakibatkan erosi antara lain faktor curah hujan, tekstur tanah, tingkat kemiringan dan tutupan tanah.

Menurut istilah ilmu geologi, erosi adalah suatu perubahan bentuk batuan, tanah atau lumpur yang disebabkan oleh kekuatan air, angin, es, pengaruh gaya berat dan organisme hidup.

Tekstur tanah, tingkat kemiringan, dan tutupan tanah memengaruhi tingkat erosi. Tanah yang gundul tanpa ada tanaman pohon atau rumput juga rawan terhadap erosi.

Menurut proses terjadinya, erosi terbagi menjadi beberapa macam. Penting untuk mengetahui jenis-jenis erosi tersebut.

Berikut ini rangkuman tentang jenis-jenis erosi berdasarkan proses terjadinya, seperti dilansir dari laman sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id, Jumat (17/9/2021).

Erosi Akibat Gaya Berat

Batuan atau sedimen yang bergerak miring merupakan proses erosi yang disebabkan oleh gaya berat massa. Ketika massa bergerak dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah maka terjadilah apa yang disebut dengan pembuangan massa.

Dalam proses terjadinya erosi, pembuangan massa memiliki peranan penting karena arus air dapat memindahkan material ke tempat-tempat yang jauh lebih rendah.

Proses pembuangan massa ini terjadi terus menerus, baik secara perlahan maupun secara tiba-tiba sehingga dapat menimbulkan longsor.

Erosi oleh Angin

Embusan angin kencang secara terus menerus di daerah yang tandus dapat memindahkan partikel-partikel halus batuan di daerah tersebut sehingga membentuk suatu formasi, seperti bukit-bukit pasir di gurun atau pantai.

Efek lain dari angin adalah jika partikel keras yang terbawa dan bertumbukan dengan benda padat lainnya sehingga menimbulkan erosi yang disebut dengan abrasi.

Erosi oleh Air

Jika tingkat curah hujan yang tinggi mengakibatkan tanah tidak dapat menyerap air hujan. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya genangan air yang mengalir kencang.

Aliran air ini sering menyebabkan terjadinya erosi yang parah karena dapat mengikis lapisan permukaan tanah yang dilewatinya, terutama pada tanah yang gundul.

Pada dasarnya air merupakan faktor utama penyebab erosi seperti aliran sungai yang deras. Makin cepat air yang mengalir, makin cepat benda yang dapat terkikis.

Pasir halus dapat bergerak dengan kecepatan 13,5 km perjam, yang merupakan kecepatan erosi yang kritis.

Air sungai dapat mengikis tepi sungai dengan tiga cara. Pertama, gaya hidrolik yang dapat memindahkan lapisan sedimen, kedua air dapat mengikis sedimen dengan menghilangkan dan melarutkan ion.

Ketiga, dengan pertikel dalam air yang membentur batuan dasar dan mengikisnya. Air juga dapat mengikis pada tiga tempat, yaitu sisi sungai, dasar sungai, dan lereng atas sungai.

Selain itu, erosi dapat terjadi akibat air laut. Arus dan gelombang laut termasuk pasang surut laut merupakan faktor penyebab terjadinya erosi di pinggiran laut atau pantai.

Tenaga arus dan gelombang tersebut merupakan kekuatan yang dapat memindahkan batuan atau sedimen pantai.

Erosi oleh Es

Erosi ini diakibatkan adanya perpindahan partikel-partikel batuan karena aliran es yang terjadi di pinggiran sungai. Sebenarnya es yang bergerak lebih besar tenaganya dibandingkan dengan air.

Misalnya glacier yang terjadi di daerah dingin, di mana air masuk ke pori-pori batuan dan kemudian air membeku menjadi es pada malam hari. Hal tersebut membuat batuan menjadi retak dan pecah karena sifat es yang mengembang dalam pori-pori.

Sumber: Kemdikbud

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel