Jenis-Jenis Kelinci dan Cara Memelihara yang Benar

·Bacaan 12 menit
Jenis-Jenis Kelinci dan Cara Memelihara yang Benar
Jenis-Jenis Kelinci dan Cara Memelihara yang Benar

RumahCom – Anda ingin memelihara hewan di rumah tapi masih bingung menentukan pilihan? Mungkin yang umumnya terlintas di benak Anda saat memutuskan memelihara hewan adalah anjing, kucing, marmut, atau burung. Namun, pernahkah tertarik akan keluguan dan kelincahan kelinci?

Kalau Anda tertarik, kelinci juga bisa dipelihara dengan baik dan sama menyenangkannya dengan anjing dan kucing. Siklus hidup kelinci biasanya berkisar antara 8 tahun hingga 12 tahun. Untuk itu, Anda jelas harus bertekad dan berkomitmen kuat secara jangka panjang sebelum memeliharanya.

Selain itu, ada aturan tertentu yang perlu diikuti dan persiapan yang harus Anda buat sebelum memutuskan untuk memelihara kelinci. Pastikan Anda memiliki waktu dan tenaga yang cukup untuk merawat kelinci. Sebab kelinci bukanlah hewan dengan pemeliharaan yang mudah. Mereka membutuhkan waktu, uang, dan perawatan yang sama seperti anjing dan kucing.

Anda harus menghabiskan setidaknya 3 jam sehari dengan kelinci di luar kandang. Pasalnya, kelinci bisa merasa kesepian dan depresi jika tidak cukup berinteraksi dengan manusia setiap hari. Barulah setelah siap memiliki kelinci, Anda bisa belajar merawatnya di rumah. Ingin tahu lebih banyak tentang kelinci, jenis kelinci dan perawatannya? Simak dalam artikel di bawah ini.

  1. Mengenal Habitat Kelinci

  2. Jenis-Jenis Kelinci
    1.Kelinci Rex
    2. Kelinci Polandia
    3. Kelinci Mini Lop
    4. Kelinci Eropa
    5. Kelinci Fuzzy Lop
    6. Kelinci Netherland Dwarf
    7. Kelinci Jersey Wooly

  3. Cara Memelihara Kelinci yang Benar di Rumah

  4. Biaya-Biaya Memelihara Kelinci
    1. Siapkan Kandang Kelinci
    2. Pakan Kelinci
    3. Vaksin Kelinci
    4. Perawatan Tubuh Kelinci

  5. Penyebab Kelinci Mati, Ini Cara Mengatasinya

16 Desain Kolam Ikan Minimalis dan Modern di Lahan Terbatas
16 Desain Kolam Ikan Minimalis dan Modern di Lahan Terbatas

Tips Rumah dan Apartemen

16 Desain Kolam Ikan Minimalis dan Modern di Lahan Terbatas

1. Mengenal Habitat Kelinci

Jika diamati, sebagian besar kelinci senang tinggal baik di dalam atau di luar rumah. Foto: Pinterest
Jika diamati, sebagian besar kelinci senang tinggal baik di dalam atau di luar rumah. Foto: Pinterest

Jika diamati, sebagian besar kelinci senang tinggal baik di dalam atau di luar rumah. Foto: Pinterest

Secara alami, kelinci menyukai kasih sayang dan lebih suka hidup berpasangan atau kelompok yang sesuai. Oleh karena itu, binatang bertelinga panjang ini sangat sensitif. Jika diamati, sebagian besar kelinci senang tinggal baik di dalam atau di luar rumah. Namun kalau Anda akan memeliharanya sebagai kelinci rumahan, perhatian ekstra harus diberikan untuk menjaganya tetap aman di lingkungan dalam ruangan.

Biasanya, kelinci luar membutuhkan kandang yang cukup besar untuk bisa berdiri dengan kaki belakangnya, memiliki kesempatan untuk berbaring, dan melompat-lompat. Juga harus ada tempat pribadi bagi mereka untuk beristirahat. Menurut saran dari Bluecross, ukuran kandang minimum untuk kelinci berukuran kecil maupun besar adalah sepanjang enam kaki, dalam dua kaki, dan tinggi dua kaki. Kelinci yang dipelihara di kandang kecil sering kali menjadi pemarah dan sulit ditangani.

Pastikan juga habitatnya berada di tempat yang teduh dan jauh dari sinar matahari langsung, angin kencang, dan hujan. Yang paling penting, jangan pernah menempatkan kelinci dengan marmut. Mereka jelas spesies yang berbeda dan seringkali kelinci akan melukai marmut dengan parah.

Kelinci memang hewan peliharaan yang lucu. Anda bisa memeliharanya di rumah dengan menerapkan cara-cara yang benar, salah satunya apabila luasan rumah memadai untuk kelinci bergerak bebas. Ingin mencari rumah lebih besar mulai 150 meter persegi? Berikut rekomendasinya untuk wilayah Yogyakarta.

2. Jenis-Jenis Kelinci

Setidaknya ada 47 jenis kelinci yang bisa Anda pertimbangkan sebagai peliharaan di rumah. Foto: Pixabay
Setidaknya ada 47 jenis kelinci yang bisa Anda pertimbangkan sebagai peliharaan di rumah. Foto: Pixabay

Setidaknya ada 47 jenis kelinci yang bisa Anda pertimbangkan sebagai peliharaan di rumah. Foto: Pixabay

Kelinci mempunyai berbagai macam ras, warna, ukuran, bentuk, dan jenis bulu yang berbeda. Lazimnya, orang memeliharanya dengan fokus terutama kepada ukuran dan jenis bulunya.

Bukan tugas yang mudah memang untuk memilih kelinci yang paling Anda inginkan dari berbagai ras. Mulai dari sisi ukurannya dimulai ras kerdil yang lebih kecil dengan berat kurang dari 2,5 pon hingga beberapa ras raksasa, dengan berat sekitar 16 pon. Bahkan The Spruce merekomendasikan ada setidaknya 47 jenis kelinci yang bisa Anda pertimbangkan sebagai peliharaan di rumah. Banyak, bukan?

Warna bulunya dapat bervariasi, dari putih hingga coklat, abu-abu, dan hitam dan panjang bulunya, dari pendek hingga panjang. Yang perlu Anda perhatikan bahwa ras berbulu panjang membutuhkan perawatan harian, jadi mereka sedikit lebih memakan waktu dibandingkan dengan ras bulu pendek. Di bawah ini, Rumah.com merangkum tujuh jenis yang bisa Anda pertimbangkan.

1. Kelinci Rex

Kelinci rex tergolong yang sangat jinak dan menyenangkan untuk dipelihara. Foto: Pinterest
Kelinci rex tergolong yang sangat jinak dan menyenangkan untuk dipelihara. Foto: Pinterest

Kelinci rex tergolong yang sangat jinak dan menyenangkan untuk dipelihara. Foto: Pinterest

Ada banyak ras kelinci yang populer, diantaranya adalah jenis Rex. Kelinci rex tergolong yang sangat jinak dan menyenangkan untuk dipelihara bersama dengan keluarga manapun. Mereka juga memiliki bulu pendek dan mewah yang memiliki tekstur yang indah. Ras ini bermula dari spesies kelinci abu-abu liar di sebuah desa Perancis pada 1919. dan terkenal dengan bulunya yang indah.

2. Kelinci Polandia

Kelinci Polandia merupakan jenis paling populer yang digunakan oleh pesulap untuk pertunjukan. Foto: Pinterest
Kelinci Polandia merupakan jenis paling populer yang digunakan oleh pesulap untuk pertunjukan. Foto: Pinterest

Kelinci Polandia merupakan jenis paling populer yang digunakan oleh pesulap untuk pertunjukan. Foto: Pinterest

Kelinci Polandia adalah jenis yang kecil dengan tubuh yang tegap, dan mata yang besar. Mereka juga memiliki sifat lembut, penyayang, cerdas, suka dipeluk. Jadi tak mengherankan kalau mereka menjadi hewan peliharaan yang baik untuk anak-anak maupun yang berkepribadian tertutup.

Menariknya, mereka juga merupakan jenis paling populer yang digunakan oleh pesulap untuk pertunjukan. Karena ukurannya, mereka juga sesuai bagi Anda yang tinggal di apartemen karena mereka tidak membutuhkan banyak ruang. Menggemaskan sekali, ya!

3. Kelinci Mini Lop

Mini lop beratnya bisa lebih dari 6 pon atau lebih besar dari yang dibayangkan banyak orang. Foto: Pinterest
Mini lop beratnya bisa lebih dari 6 pon atau lebih besar dari yang dibayangkan banyak orang. Foto: Pinterest

Mini lop beratnya bisa lebih dari 6 pon atau lebih besar dari yang dibayangkan banyak orang. Foto: Pinterest

Jangan sampai bingung, mini lop adalah jenis kelinci dengan telinga lop terkecil kedua di Amerika Serikat. Ciri khasnya adalah telinga yang bulat dan berbulu lebat menjuntai secara vertikal ke sisi kepala. Lucunya, bentuk telinganya mirip dengan kuncir rambut di dua sisi.

Mini lop beratnya bisa lebih dari 6 pon atau lebih besar dari yang dibayangkan banyak orang. Kendati bulunya indah, mereka juga mudah dirawat karena sangat umum ditemukan sebagai kelinci rumahan.

4. Kelinci Eropa

Warna bulu atau rambut kelinci eropa bervariasi. Foto: Pixabay
Warna bulu atau rambut kelinci eropa bervariasi. Foto: Pixabay

Warna bulu atau rambut kelinci eropa bervariasi. Foto: Pixabay

Kelinci Eropa pada dasarnya memiliki penampilan dan karakteristik yang tidak berbeda dari kelinci pada umumnya. Warna bulu atau rambutnya bervariasi di mana warna yang paling umum ditemukan adalah warna coklat dan abu-abu. Mereka memiliki daun telinganya yang panjang sehingga sangat sensitif terhadap suara.

5. Kelinci Fuzzy Lop

Kelinci fuzzy lop punya moncong pendek dan rata seperti kucing. Foto: Pinterest
Kelinci fuzzy lop punya moncong pendek dan rata seperti kucing. Foto: Pinterest

Kelinci fuzzy lop punya moncong pendek dan rata seperti kucing. Foto: Pinterest

Bentuk ras ini mirip dengan Holland lop dengan berat 3 hingga 4 pound. Telinganya tidak berdiri tegak dan hanya terkulai ke samping dengan moncong pendek dan rata seperti kucing. Bulunya tidak mudah kusut, tetapi bulu di sekitar ekor mudah kusut jika mereka sering duduk.

6. Kelinci Netherland Dwarf

Ciri jenis kelinci ini adalah bulunya pendek dan lembut yang membutuhkan perawatan mingguan. Foto: Pinterest
Ciri jenis kelinci ini adalah bulunya pendek dan lembut yang membutuhkan perawatan mingguan. Foto: Pinterest

Ciri jenis kelinci ini adalah bulunya pendek dan lembut yang membutuhkan perawatan mingguan. Foto: Pinterest

Jenis ini memiliki ras kelinci terkecil di dunia. Kelinci kecil yang lucu ini tak hanya menggemaskan tapi juga sangat bersemangat. Bulunya pendek dan lembut yang membutuhkan perawatan mingguan. Ras ini bisa hidup hingga 7 tahun -10 tahun.

Nah, terlepas dari penampilannya yang suka dimanja, ternyata wataknya sedikit liar dan tidak suka digendong. Anda mungkin membutuhkan waktu, tetapi kalau sudah terbiasa akan menjadi sangat jinak.

7. Kelinci Jersey Wooly

Bulu ras Jersey Wooly membutuhkan sedikit perawatan. Foto: Wikipedia
Bulu ras Jersey Wooly membutuhkan sedikit perawatan. Foto: Wikipedia

Bulu ras Jersey Wooly membutuhkan sedikit perawatan. Foto: Wikipedia

Ukurannya kecil dengan berat sekitar 1,36kg. Bulu ras Jersey Wooly membutuhkan sedikit perawatan. Kalau dari karakteristiknya, mereka cenderung ceria tapi juga pemarah. Jersey Wooly sangat suka dipeluk dan diperhatikan. Pastinya mereka sangat suka meringkuk ketika dipangku.

Kelinci ini harus disimpan di dalam ruangan dengan banyak ruang untuk berbaring dan bermain, baik di kamar yang aman untuk kelinci atau di dalam kandang kelinci yang diawasi di luar.

3. Cara Memelihara Kelinci yang Benar di Rumah

Agar kelinci tetap sehat, pastikan mereka merasa aman dan terlindungi dari cuaca dan suhu yang ekstrim. Foto: Pinterest
Agar kelinci tetap sehat, pastikan mereka merasa aman dan terlindungi dari cuaca dan suhu yang ekstrim. Foto: Pinterest

Agar kelinci tetap sehat, pastikan mereka merasa aman dan terlindungi dari cuaca dan suhu yang ekstrim. Foto: Pinterest

Ada sejumlah tips yang perlu Anda perhatikan ketika memutuskan memelihara kelinci di rumah. Di bawah ini setidaknya terdapat tiga poin dasar yang bisa Anda terapkan seperti dilansir dari laman Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals. Yuk, simak!

  • Sediakan Lingkungan Aman

Berikan ruangan yang cukup bagi kelinci Anda untuk berolahraga dan berdiri sepenuhnya dengan kaki belakang mereka tanpa telinga menyentuh atap. Jadi pastikan mereka juga dapat beristirahat, merasa aman dan terlindungi dari cuaca dan suhu yang ekstrim. Pilihlah alas yang cukup untuk menutupi bagian bawah kandang sebagai tempat tidur yang nyaman bagi kelinci Anda.

  • Pastikan Semua Area Berventilasi

Kalau kelinci hidup di lingkungan berangin, lembab, panas, ventilasi buruk dan kotor dapat menyebabkannya sakit dan stres.

  • Sediakan Sanitasi Mumpuni

Kelinci membutuhkan akses yang teratur ke tempat-tempat untuk membuang kotoran. Anda bisa menyediakan nampan kotoran, koran, jerami, atau kertas robek. Kalau bisa areanya terpisah dengan areanya beristirahat. Jangan lupa juga untuk membersihkannya secara teratur ya.

Tip Rumah

Kelinci bukanlah hewan dengan tingkat pemeliharaan mudah. Mereka membutuhkan waktu, uang, dan perawatan yang sama seperti anjing dan kucing. Mereka juga membutuhkan perhatian harian dari Anda.

4. Biaya-Biaya Memelihara Kelinci

Memelihara hewan, artinya Anda harus siap mengeluarkan sejumlah biaya rutin. Foto: Pinterest
Memelihara hewan, artinya Anda harus siap mengeluarkan sejumlah biaya rutin. Foto: Pinterest

Memelihara hewan, artinya Anda harus siap mengeluarkan sejumlah biaya rutin. Foto: Pinterest

Berbagai jenis kelinci hias punya bentuk dan harga yang berbeda. Namun secara umum mereka tidak terlalu mahal. Berikut ini perkiraannya ketika Anda memutuskan memelihara kelinci di rumah.

Jenis Kelinci

Harga

Kelinci Anggora

1-3 bulan Rp100.000 – Rp200.000

3 bulan Rp500.000 – Rp3 juta

Kelinci Lop

1-3 bulan Rp50.000 – Rp300.000

4 bulan Rp500.000 – Rp4 juta

Kelinci Flemish Giant

1-3 bulan Rp50.000 – Rp250.000

4 bulan Rp250.000 – Rp2 juta

Kelinci Rex

1-3 bulan Rp50.000 – Rp500.000

4 bulan Rp4 juta

Di samping perlu menyiapkan dana untuk memiliki kelinci yang bisa dibeli di peternakan atau toko hewan, Anda juga perlu mempertimbangkan adanya biaya lain dalam pemeliharaan kelinci. Diantaranya sebagai berikut:

1. Siapkan Kandang Kelinci

Sebaiknya Anda membeli kandang yang cukup besar supaya kelinci Anda bisa bergerak. Meskipun kelinci Anda akan sering berada di luar kandang, ia harus memiliki tempat berlindung yang aman jauh dari yang lain. Bentuknya bisa berupa kandang yang besar dan lapang atau bahkan kandang anjing. Harga kandangan kelinci sendiri bervariasi, mulai dari Rp150 ribu untuk ukuran paling kecil.

2. Pakan Kelinci

Idealnya, makanan yang tepat untuk kelinci adalah rumput dan jerami. Anda sebaiknya memiliki persediaan jerami hijau segar. Saat kelinci Anda makan jerami, mereka mendapat asupan serat yang diperlukan untuk fungsi pencernaannya.

Anda juga bisa melengkapinya dengan sedikit pelet serta buah dan sayuran segar. Sayuran yang umum termasuk brokoli, bok choy, atasan wortel, atasan bit, ketumbar, sawi, kubis Brussel, kangkung, kubis, dan sayuran hijau lainnya.

Hindari memberikan pelet terlalu banyak karena kelinci Anda menjadi kelebihan berat badan dan tidak sehat. Hindari juga makanan kelinci dengan warna cerah, kacang-kacangan, biji-bijian, dan buah-buahan di dalamnya. Ini biasanya tinggi gula dan karbohidrat. Perkiraan biaya pakan untuk satu kelinci dalam satu bulan sekitar Rp100 ribu.

3. Vaksin Kelinci

Menurut Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals, kelinci biasanya membutuhkan vaksinasi untuk melindungi dari myxomatosis, Rabbit (Viral) Haemorrhagic Disease (R (V) HD) dan strain baru R (V) HD - R (V) HD2. Penyakit tersebut seringkali berakibat fatal dan menyebabkan penderitaan yang intens pada kelinci.

Anda bisa melakukan sejumlah vaksin dengan langkah vaksin gabungan yang menawarkan perlindungan tahunan terhadap myxomatosis dan R (V) HD. Kelinci dapat divaksinasi dengan ini sejak usia lima minggu. Untuk biaya vaksin, siapkan dana sedikitnya Rp300 ribu.

Selain itu, Anda juga bisa memilih vaksin terpisah tunggal diperlukan untuk melindungi terhadap R (V) HD2. Kelinci dapat divaksinasi dengan ini sejak usia 10 minggu. Vaksin tahunan sekarang juga tersedia yang melindungi dari myxomatosis, R (V) HD1 dan R (V) HD2 dalam satu dosis dan dapat diberikan mulai usia lima minggu. Sehingga vaksinasi terpisah kedua untuk R (V) HD2 tidak diperlukan.

4. Perawatan Tubuh Kelinci

Kelinci tak hanya mukanya yang lucu tapi juga tingkahnya dan bulunya yang lembut dan halus. Jadi Anda juga harus menjaga bulu-bulu kelinci supaya tetap halus, cantik dan indah. Tapi yang sering jadi masalah adalah kelinci kerap tiduran di sembarang tempat dan biasanya tanpa disadari ia tidur pada tempat buang air kecil. Alhasil, bulunya jadi basah kemudian kering dan lama-kelamaan menjadi gimbal.

Untuk mengatasinya, kelinci juga bisa dimandikan seperti kucing dan anjing. Tetapi tetap perlu juga perlakuan yang khusus mengingat kelinci berbeda dengan kucing dan anjing. Waktu yang diperlukan hanya butuh 45-60 menit sampai kelinci benar-benar kering dan wangi. Hal ini dilakukan untuk merawat rambut agar tidak gimbal (hair ball), terutama kelinci berambut panjang seperti Anggora, American Fuzzy Lop, Lion. Setelah dilakukan grooming rambut akan menjadi indah, sehat dan wangi.

Rambut yang panjang perlu dipotong. Sementara bagi kelinci berambut panjang yang belum pernah dicukur, perlu dilakukan pemotongan total. Tak perlu gundul, sisakan 1-2 cm. Rambut akan tumbuh dengan bagus. Satu siklus pertumbuhan rambut kelinci 6-12 bulan. Pencukuran maksimal 2 kali dalam setahun. Setelah rambut tumbuh bagus, pencukuran total tidak perlu lagi. Cukup rapikan bulu 2-3 bulan sekali. Biaya grooming untuk kelinci bervariasi, mulai dari Rp50 ribu untuk satu ekornya.

5. Penyebab Kelinci Mati, Ini Cara Mengatasinya

Mendiagnosis kelinci peliharaan secara definitif tidak dapat dilakukan tanpa nekropsi. Foto: Dreams Time
Mendiagnosis kelinci peliharaan secara definitif tidak dapat dilakukan tanpa nekropsi. Foto: Dreams Time

Mendiagnosis kelinci peliharaan secara definitif tidak dapat dilakukan tanpa nekropsi. Foto: Dreams Time

Jika Anda memiliki kelinci peliharaan yang tiba-tiba mati karena sebab yang tidak diketahui pasti menyisakan pertanyaan besar. Sebab terlepas dari popularitasnya sebagai hewan peliharaan, kelinci dapat mengidap kondisi dan penyakit yang menyebabkan kematian mendadak bahkan tanpa menunjukkan gejala. Tak hanya itu, mereka dapat memiliki gejala penyakit ringan yang ternyata berujung kepada kematian.

Berikut ini sejumlah diagnosa yang dikutip dari Pet Helpful, yang mungkin bisa menjadi panduan bagi Anda supaya bisa mendeteksi sejumlah penyebab kematian pada kelinci, diantaranya:

  • Virus patogen tidak hidup yang dapat menyebabkan penyakit ringan hingga parah pada kelinci peliharaan.

  • Penyakit Gastrointestinal dan Kematian Mendadak

  • Penyakit yang Berhubungan dengan Usia Tua

  • Neoplasia dan Kanker

  • Ketakutan

  • Kebetulan

  • Terkait urusan maternal

Nah, mengingat banyaknya penyakit yang menunjukkan gejala yang sama atau tidak sama sekali, dan mungkin terdapat lebih dari satu penyakit atau kondisi terkait. Mendiagnosis kelinci peliharaan secara definitif tidak dapat dilakukan tanpa nekropsi. Jika kelinci Anda mati mendadak, penting untuk segera mendinginkan tubuhnya dan mengirimkannya untuk diberdayakan. Idealnya dalam jangka waktu tiga hari.

Selanjutnya untuk memastikan kelinci kesayangan tetap sehat dan mencegahnya terserang penyakit. Jangan lupa untuk memeriksanya setiap hari apakah ada tanda-tanda penyakit atau cedera termasuk pantat yang kotor. Bersihkan tempat berlindung atau kandang mereka dari tempat tidur yang kotor atau basah.

Kemudian Anda bisa mengisi kembali jerami, mengganti air dan menawarkan makanan segar yang sehat. Sikat mereka secara teratur untuk menjaga bulunya tetap sehat. Dan yang terpenting, nikmatilah menghabiskan waktu dengan kelinci Anda.

Simak cerita Rumah Mega: Bayar kontrakan dan harga rumah yang terus naik jadi tekad untuk punya rumah dalam video berikut ini!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya