Jenis-Jenis Nilai Sosial dan Ciri-Cirinya yang Perlu Diketahui

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, tentang apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat.

Namun, dalam nilai sosial bukan tentang benar dan salah. Nilai sosial merupakan konsep yang ada dalam diri manusia, yang bersifat filosofis mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk.

Suatu hal bisa dikatakan bernilai apabila bermanfaat (nilai guna), benar (nilai kebenaran), indah (nilai estetika), baik (nilai moral), dan sebagainya. Nilai-nilai sosial yang ada berguna dalam kehidupan bermasyarakat.

Itulah mengapa, adanya nilai sosial sering dijadikan sebagai pegangan hidup oleh masyarakat dalam menentukan sikap di kehidupan sehari-hari. Tak hanya itu, nilai sosial, juga menjadi nilai hidup manusia dalam berinteraksi dengan manusia yang lainnya.

Nilai-nilai sosial tidak diperoleh begitu saja saat baru lahir, tetapi didapatkan melalui sistem nilai yang diajarkan oleh orang tua kepada anaknya dengan berbagai penyesuaian.

Berikut ini rangkuman tentang jenis-jenis nilai sosial dan ciri-cirinya yang perlu diketahui, seperti dilansir dari emodul.kemdikbud.go.id, Kamis (28/10/2021).

Ciri-ciri Nilai Sosial

Ilustrasi keberagaman di Indonesia. Credit: pexels.com/Shinta
Ilustrasi keberagaman di Indonesia. Credit: pexels.com/Shinta

Ciri-ciri Nilai Sosial

a. Tercipta dari proses interaksi antarmanusia secara intensif dan bukan perilaku yang dibawa sejak lahir.

b. Ditransformasikan melalui proses belajar yang meliputi sosialisasi, akulturasi, dan difusi.

c. Terdapat ukuran atau peraturan sosial yang turut memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial.

d. Berbeda-beda pada tiap kelompok manusia.

e. Masing-masing nilai mempunyai efek yang berbeda-beda bagi tindakan manusia.

f. Dapat memengaruhi kepribadian individu sebagai anggota masyarakat.

Jenis-Jenis Nilai Sosial

Ilustrasi peninggalan budaya Indonesia. Credit: unsplash.com/Jeremy
Ilustrasi peninggalan budaya Indonesia. Credit: unsplash.com/Jeremy

Nilai sosial bisa dibedakan berdasarkan cirinya, yaitu:

Nilai sosial yang Mendarah Daging (internalized value)

Nilai yang mendarah daging yaitu nilai yang menjadi kepribadian bawah sadar atau mendorong timbulnya tindakan tanpa berpikir lagi. Namun, saat melakukan pelanggaran mengakibatkan perasaan malu atau bersalah yang dalam dan sukar dilupakan atau dihapuskan.

Contohnya orang yang taat beragama akan menderita beban mental jika melanggar norma agama.

Nilai yang Dominan

Nilai yang dominan merupakan nilai yang dianggap lebih penting daripada nilai lain. Hal ini terlihat pada pilihan yang dilakukan orang saat berhadapan dengan beberapa alternatif tindakan yang biasa diambil.

Ukuran yang digunakan dalam menentukan dominan atau tidaknya suatu nilai ialah:

  • Banyaknya orang yang menganut nilai sosial tersebut. Contoh: sebagian besar masyarakat menghendaki perubahan ke arah perbaikan (reformasi) di segala bidang kehidupan.

  • Lamanya nilai sosial tersebut dirasakan atau dianut oleh para anggota kelompok tersebut.

  • Tingginya usaha untuk mempertahankan atau memberlakukan nilai sosial tersebut

  • Tingginya kedudukan (prestise) orang yang membawakan atau menggunakan nilai sosial tersebut.

Jenis-Jenis Nilai Sosial Menurut Ahli

Ilustrasi kebudayaan. Credit: pexels.com/Sam
Ilustrasi kebudayaan. Credit: pexels.com/Sam

Prof. Dr. Notonegoro membagi nilai sosial menjadi tiga:

1. Nilai Material

Nilai material yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia atau benda-benda nyata yang dapat dimanfaatkan sebagai kebutuhan fisik manusia. Contoh nilai material adalah sandang dan pangan.

2. Nilai Vital

Nilai vital yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan atau aktivitas. Buku dan bolpoin untuk pelajar, alat hitung untuk pedagang. Contoh nilai vital adalah buku pelajaran yang berguna bagi siswa saat belajar.

3. Nilai Kerohanian

Nilai kerohanian yaitu segala sesuatu yang berguna bagi pemenuhan kebutuhan rohani manusia yang bersifat universal. Contoh nilai kerohanian adalah beribadah.

Nilai ini dibagi menjadi empat, yaitu:

a. Nilai kebenaran, yaitu nilai yang bersumber dari unsur akal manusia (logika, nalar, rasio, budi, cipta). Contohnya besi yang dipanaskan akan memuai, 1 + 1 = 2.

b. Nilai keindahan, yaitu nilai yang bersumber dari unsur rasa manusia (perasaan dan estetika). Contohnya karya seni.

c. Nilai moral, yaitu nilai yang berkenaan dengan kebaikan dan keburukan, bersumber dari unsur kodrat manusia seperti kehendak atau kemauan (karsa dan etika). Contohnya membantu korban bencana alam.

d. Nilai religius, yaitu nilai kerohanian yang tertinggi dan mutlak yang bersumber dari keyakinan atau kepercayaan manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Contohnya ritual-ritual keagamaan.

Jenis-Jenis Nilai Sosial Menurut Ahli

Ilustrasi keberagaman di Indonesia. /copyright unsplash.com/Artem Bali
Ilustrasi keberagaman di Indonesia. /copyright unsplash.com/Artem Bali

Walter G. Everett membagi nilai menjadi lima bagian:

1. Nilai-nilai ekonomi, yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan sistem ekonomi, berarti nilai ini mengikuti harga pasar.

2. Nilai-nilai watak, yaitu nilai yang meliputi seluruh tantangan, kesalahan pribadi, dan sosial, termasuk keadilan, kesediaan menolong, kesukaan pada kebenaran, dan kesediaan mengontrol diri.

3. Nilai-nilai perserikatan, yaitu nilai-nilai yang meliputi berbagai bentuk perserikatan manusia dan persahabatan, kehidupan keluarga, sampai dengan tingkat internasional.

4. Nilai-nilai rekreasi, yaitu nilai-nilai permainan pada waktu senggang untuk mensejahterakan kehidupan maupun memberikan kesegaran jasmani dan rohani.

5. Nilai-nilai kejasmanian, yaitu nilai yang meliputi nilai-nilai pengetahuan dan pencarian kebenaran.

Sumber: Kemdikbud

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel