Jenis-Jenis Pantun, Ciri-Ciri, Unsur, dan Contohnya yang Perlu Dipahami

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Jenis-jenis pantun perlu kamu pelajari agar dapat memahami dan membuatnya sendiri. Sebagai salah satu karya sastra yang masih populer sampai saat ini, pantun makin berkembang sebagai media penuturan pesan dengan permainan kata-kata.

Pantun sudah dikenal luas dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun juga biasa digunakan dalam upacara adat di berbagai daerah, hiburan, atau penyampaian pesan bijak. Pantun dapat dibuat oleh siapa saja.

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama. Puisi lama adalah puisi yang masih terikat oleh persajakan, pengaturan larik dalam setiap bait, jumlah kata dalam setiap larik, serta musikalitas puisi yang sangat diperhatikan.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (29/9/2021) tentang jenis-jenis pantun.

Mengenal Pantun

Ilustrasi berpantun | Andrea Piacquadio dari Pexels
Ilustrasi berpantun | Andrea Piacquadio dari Pexels

Pantun berasal dari bahasa Minangkabau Patutun, yang berarti petuntun. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja dan baris ketiga dan keempat merupakan isi.

Pantun bukan sekadar kata-kata yang mempunyai rima dan irama saja, namun merupakan rangkaian kata yang indah dalam menggambarkan cinta, kasih sayang, dan rindu dendam penuturnya. Jadi, pantun adalah karya sastra yang kreatif dan padat kandungan makna.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pantun terdiri dari sampiran dan isi. Sampiran adalah dua bait pertama pantun, yang biasanya terkait dengan alam, mencirikan budaya agraris masyarakat, dan tidak ada hubungan dengan bagian kedua yang meyampaikan masud pantun. Sementara itu, dua baris terakhir pantun adalah isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.

Dulunya pantun dikenal sebagai karya lisan saja, namun sekarang sudah banyak pantun yang juga ditulis. Untuk lebih memahami tentang pantun, kamu tentunya perlu mengenali ciri-ciri dan jenis-jenis pantun yang banyak. Melihat contohnya sekalian juga bisa membuatmu lebih mengerti tentang salah satu jenis puisi lama ini.

Ciri-Ciri Pantun

Sebelum mengetahui jenis-jenis pantun, kamu perlu mengenali ciri-cirinya terlebih dahulu. Pantun memiliki aturan terikat dalam penciptaanya karena termasuk dalam puisi lama. Sebuah pantun dapat dikenal dari ciri-ciri pantun itu sendiri. Ciri-ciri pantun tersebut antara lain:

1. Terdiri dari empat baris, setiap baris terdiri dari minimal 8 kata dan maksimal 12 kata.

2. Ciri-ciri pantun yang mudah dikenali adalah bersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a

3. Terdiri atas dua bagian yaitu sampiran dan isi. Dua baris pertama disebut dengan sampiran, sampiran kerap kali berkaitan dengan alam dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima sajak. Sementara isi berada pada baris ketiga dan keempat yang berisi pesan atau makna utama dari sebuah pantun.

4. Pada pantun tidak terdapat nama penulis, berbeda dengan puisi atau karya sastra lainnya. Hal ini karena dahulu penyebaran pantun dilakukan secara lisan.

Unsur-Unsur Pantun

Unsur-Unsur Pantun. Credit: pexels.com/Kaboompics
Unsur-Unsur Pantun. Credit: pexels.com/Kaboompics

Dalam sebuah pantun memiliki 2 unsur pembentuk yang perlu kamu pahami, yaitu:

1. Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur yang berasal dari struktur pantun itu sendiri. Unsur intrinsik dalam pantun terdiri dari tokoh, tema, amanat, setting atau latar tempat dan waktu, plot atau alur, dan lain sebagainya. Unsur intrinsik yang dapat menjadi ciri khas dari suatu pantun adalah rima. Rima dalam pantun memiliki akhiran yang sama sehingga dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi para pendengarnya.

2. Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur yang berasal dari luar struktur pantun. Unsur ekstrinsik ini dapat dikatakan sebagai latar belakang atau keadaan tertentu yang mendasari pembuatan pantun. Unsur ekstrinsik merupakan unsur yang sangat penting untuk menentukan isi pantun. Unsur ini diperlukan untuk mendukung berbagai unsur intrinsik yang merupakan struktur pantun itu sendiri. Unsur ekstrinsik dalam suatu pantun dapat berupa adat, norma dan nilai yang berlaku di masyarakat, serta biografi atau latar belakang pembuat pantun. Unsur ekstrinsik dapat digunakan untuk mengarahkan gaya bahasa dan makna yang terdapat di dalam isi pantun.

Jenis-Jenis Pantun dan Contohnya

Berdasarkan isinya, pantun terdiri dari berbagai jenis. Berikut jenis-jenis pantun yang kerap ditemui dan contohnya:

1. Pantun Nasihat

Jenis-jenis pantun yang pertama adalah pantun nasihat. Pantun nasihat memiliki isi yang bertujuan menyampaikan pesan moral dan didikan. Pantun nasihat biasanya memiliki pesan-pesan bijak yang mengajak untuk berbuat baik.

Contoh:

Jalan-jalan ke Kota Blitar

jangan lupa beli sukun

Jika kamu ingin pintar

belajarlah dengan tekun

2. Pantun Jenaka

Pantun jenaka merupakan jenis-jenis pantun yang dibuat untuk tujuan hiburan. terkadang pantun jenaka dijadikan sebagai media untuk saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban, sehingga tidak menimbulkan rasa tersinggung, dan dengan pantun jenaka diharapkan suasana akan menjadi semakin riang.

Contoh:

Duduk manis di bibir pantai

Lihat gadis, aduhai tiada dua

Masa muda kebanyakan santai

Sudah renta sulit tertawa

3. Pantun Teka Teki

Ciri-ciri pantun teka-teki adalah kalimat pertanyaan pada baris akhir pantun. Pantun ini berisi teka-teki untuk para pendengarnya.

Contoh:

Kalau tuan muda teruna

Pakai seluar dengan gayanya

Kalau tuan bijak laksana

Biji di luar apa buahnya

4. Pantun Cinta

Pantun cinta merupakan jenis-jenis pantun yang isi pesannya berhubungan dengan cinta, romantisme atau asmara antara dua insan. Hingga saat ini masih banyak orang yang menggunakan pantun cinta untuk mengungkapkan cintanya.

Contoh:

Walaupun hanya sebatang tebu

Tetapi bisa diramu

Walaupun jarang ketemu

Cintaku hanya untukmu

5. Pantun Agama

Tujuan dari pantun agama sama dengan pantun nasihat, yaitu memberikan pesan moral dan didikan. Pantun agama membahas mengenai manusia dengan pencipta-Nya. Berbeda dari pantun nasehat, pantun agama lebih spesifik isinya karena diselipkan nilai-nilai dan prinsip agama tertentu.

Contoh:

Banyak bulan perkara bulan

Tidak semulia bulan puasa

Banyak tuhan perkara tuhan

Tidak semulia Tuhan Yang Esa

6. Pantun Peribahasa

Seperti namanya, pantun peribahasa merupakan jenis-jenis pantun yang di dalamnya terdapat kalimat peribahasa yang pada umumnya memiliki susunan tetap.

Contoh:

Berakit-rakit kita ke hulu

Berenang kita ke tepian

Bersakit-sakit kita dahulu

Bersenang-senang kemudian

7. Pantun Kiasan

Pantun kiasan berisi pantun dengan kalimat kiasan. Artinya, pesan yang ada pada pantun ini disampaikan secara tersirat.

Contoh:

Berburu ke padang datar

Dapatkan rusa belang kaki

Berguru kepalang ajar

Bagaikan bunga kembang tak jadi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel