Jenis-Jenis Pesawat Sederhana Beserta Penjelasannya yang Perlu Diketahui

·Bacaan 5 menit

Bola.com, Jakarta - Pesawat sederhana adalah alat-alat yang dapat membantu memudahkan pekerjaan manusia. Alasan disebut pesawat sederhana karena hanya memerlukan satu gaya untuk melakukan sebuah usaha.

Pesawat sederhana bisa memberi manfaat yang banyak, seperti mengubah bentuk energi, mengurangi gaya, memperbesar kecepatan, dan mengubah arah.

Ada banyak jenis pesawat sederhana dan semuanya dibuat untuk memudahkan pekerjaan. Berdasarkan cara kerjanya, pesawat sederhana dapat dibedakan menjadi empat jenis.

Masing-masing dari jenis pesawat sederhana tersebut memiliki fungsi dan keuntungannya masing-masing. Keuntungan menggunakan pesawat sederhana ini disebut keuntungan mekanik.

Untuk memahami lebih jelas tentang pesawat sederhana, ketahui jenis-jenisnya. Apa saja jenis-jenis pesawat sederhana?

Berikut ini rangkuman tentang jenis-jenis pesawat sederhana beserta penjelasannya, seperti dilansir dari laman sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id, Rabu (18/8/2021).

Pengungkit

Pengungkit biasa juga disebut dengan tuas. Pengungkit merupakan jenis alat pesawat sederhana yang dapat digunakan untuk mengungkit, mencabut atau mengangkat benda.

Pengungkit yang ada terdiri dari tiga bagian, yaitu:

  • Titik tumpu disebut juga dengan titik fulkrum, yaitu titik tempat batang ditumpu atau diputar.

  • Titik beban yaitu bekerjanya beban.

  • Titik kuasa yaitu bekerjanya gaya.

Jenis-jenis Pengungkit

1. Pengungkit Jenis Pertama

Pengungkit jenis pertama, yaitu letak titik tumpu berada di antara beban dan kuasa. Satu di antara contoh dari jenis pertama ini adalah jungkat-jungkit.

Saat sedang bermain jungkat-jungkit, kamu pasti merasa sulit dan berat untuk menjungkit temanmu apabila jarak temanmu dari titik tumpu sangat jauh.

Sebaliknya, kamu pasti merasa lebih ringan untuk menjungkit temanmu jika jarak ke titik tumpu lebih dekat. Oleh sebab itu, letak jarak titik kuasa, titik tumpu, dan titik bebannya harus disesuaikan.

Contoh lain dari pengungkit jenis pertama, yaitu linggis, gunting, batang kayu untuk mencungkil benda, pembersih telinga, dan masih banyak lagi.

2. Pengungkit Jenis Kedua

Pengungkit jenis kedua, yaitu letak titik bebannya berada di antara titik tumpu dan titik kuasa. Satu di antara contoh dari jenis kedua tersebut adalah gerobak dorong satu roda yang digunakan pada bangunan.

Pada waktu mengangkat batu bata dengan menggunakan gerobak dorong satu roda, kamu pasti merasa berat jika gagang pendorongnya terlalu pendek. Hal itu dikarenakan jarak titik kuasa dan titik beban terlalu dekat.

Sementara, jika gagang pegangannya panjang, tentu akan merasa lebih ringan mengangkut batu. Hal itu dikarenakan jarak titik kuasa dan titik beban terletak sangat jauh.

Namun, jika terlalu terlalu jauh juga dapat menyulitkan dalam penggunaannya. Oleh sebab itu, disesuaikan jarak antara titik kuasa, beban, dan tumpu.

Contoh lain dari pengungkit jenis kedua, yaitu pembuka botol, alat pemecah kemiri, alat pemecah kepiting, dan masih banyak lagi.

3. Pengungkit Jenis Ketiga

Pengungkit jenis ketiga, yaitu letak titik kuasa berada di antara titik tumpu dan titik beban. Satu di antara contoh dari jenis tiga ini adalah orang yang sedang mengangkat pasir dengan menggunakan sekop.

Pada waktu mengangkat pasir dengan menggunakan sekop dengan gagang pegangan yang pendek, kamu pasti merasa ringan dan kamu akan mengeluarkan tenaga yang lebih kecil. Hal itu karena pada gagang sekop yang pendek, jarak titik tumpu dan titik kuasa terlalu dekat.

Berbeda dengan sekop yang memiliki gagang yang panjang. Seseorang akan merasa berat dan tenaga yang kamu keluarkan juga besar. Hal ini dikarenakan pada gagang sekop yang panjang, jarak titik tumpu dan titik kuasa terletak jauh.

Tetapi, jika terlalu panjang juga dapat menyulitkan dalam penggunaannya. Oleh sebab itu, disesuaikan jarak antara titik tumpu, kuasa, dan beban diletakkan.

Contoh lain dari pengungkit jenis ketiga, yaitu pada saat kamu mengangkat sendok ke mulut kamu, mengangkat sampah dengan serokan sampah, dan masih banyak lagi.

Bidang Miring

Bidang Miring adalah suatu permukaan datar yang memiliki suatu sudut, yang bukan sudut tegak lurus, terhadap permukaan horizontal.

Satu di antara contoh bidang miring adalah tangga yang biasa dinaiki. Jika menaiki tangga yang sangat curam, seseorang pasti akan merasa lebih berat untuk mengangkat kaki dan memerlukan tenaga yang lebih besar.

Sementara jika menaiki tangga yang sangat landai, pasti akan merasa lebih ringan untuk mengangkat kaki dan memerlukan tenaga yang lebih kecil. Tetapi, jika terlalu landai, jarak yang harus ditempuh akan makin jauh.

Contoh lain dari bidang miring, yaitu jalan berkelok pada bukit, papan miring untuk menaiki drum ke bak mobil dan sekrup.

Katrol

Katrol adalah sebuah roda yang sekelilingnya diberi tali dan dipakai untuk mempermudah pekerjaan manusia. Saat seseorang mengangkat barang dengan menggunakan katrol, tentu akan merasa lebih ringan, apalagi jika jumlah katrol yang digunakan makin banyak.

Jadi, katrol bisa disusun dengan berbagai jenis susunan, yaitu katrol tetap, katrol bebas dan katrol majemuk.

Jenis-jenis Katrol

1. Katrol Tetap

Katrol tetap adalah katrol yang dipasang tetap pada suatu titik. Biasanya digunakan untuk mengubah arah gaya yang kita keluarkan. Contoh: katrol untuk mengambil air di sumur, kerekan burung, katrol yang digunakan untuk mengangkut barang pada bangunan, dan kerekan bendera.

2. Katrol Bebas

Berbeda dengan katrol tetap, katrol bebas bisa bergerak. Katrol ini tidak mengubah arah gaya yang dikeluarkan. Contoh: alat pengangkut peti kemas di dermaga, alat pengangkut bahan bangunan pada pembangunan gedung bertingkat.

3. Katrol Majemuk

Katrol majemuk adalah susunan katrol yang terdiri lebih dari satu katrol. Contoh: pada mobil derek dan peralatan pemanjat tebing.

Roda

Roda digunakan untuk memindahkan benda agar lebih ringan. Roda memiliki sebuah poros dan bisa berputar pada porosnya. Satu di antara contoh roda adalah roda sepeda yang biasa sering dinaiki.

Jenis-jenis Roda

1. Roda Setali

Roda setali, yaitu dua buah roda atau lebih yang dihubungkan dengan tali. Contohnya roda sepeda yang dihubungkan dengan rantai, dan roda sepeda motor yang dihubungkan dengan rantai.

2. Roda Sepusat

Roda sepusat, yaitu dua buah roda atau lebih yang memiliki pusat yang sama. Contohnya roda pada mobil truk.

3. Roda Bersinggungan

Roda bersinggungan, yaitu dua buah roda atau lebih yang saling bersinggungan satu sama lain. Contohnya roda pada bagian dalam jam.

Sumber: Kemdikbud

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel