Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isi dan Bentuknya, Lengkap Beserta Penjelasannya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Puisi merupakan jenis karya sastra yang cukup populer. Secara umum jenis puisi terbagi menjadi tiga, yakni puisi baru, puisi lama, dan kontemporer.

Puisi baru atau inkonvensional adalah puisi yang tidak terikat oleh aturan baik dalam penulisan maupun pembacaannya. Jadi, puisi baru memiliki bentuk yang lebih bebas daripada puisi lama.

Meski bersifat tidak terikat atau bebas, puisi baru tetap menganut beberapa aturan, seperti ritme, rima, dan musikalitas.

Jadi, puisi baru tidak dibuat secara sembarangan, dan tetap sesuai ungkapan hati agar si pembaca dapat terkesan dan tertarik untuk membacanya.

Adapun ciri-ciri dari puisi baru secara umum merupakan kebalikan dari puisi lama, seperti tidak terikat aturan yang baku, sajak yang bebas dan mencantumkan penulisnya.

Sementara itu berdasarkan isi dan bentuknya, puisi baru terbagi menjadi beberapa jenis. Apa saja jenis-jenis puisi baru?

Berikut ini rangkuman tentang jenis-jenis puisi baru berdasarkan isi dan bentuknya, seperti dilansir dari laman ruangpuisi.com, Jumat (10/9/2021).

Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya

Ilustrasi puisi. (dok. Foto Álvaro Serrano/Unsplash)
Ilustrasi puisi. (dok. Foto Álvaro Serrano/Unsplash)

Berdasarkan isinya, puisi baru terbagi menjadi tujuh bagian, yaitu:

  • Balada

Balada merupakan bentuk puisi baru yang di dalamnya berisi sebuah kisah atau cerita seseorang. Puisi balada terdiri dari tiga bait di mana masing-masing bait terdiri dari delapan baris di dalamnya.

Sajak irama dalam puisi balada ini, yaitu ababbccb dan ababbcbc.

  • Romansa

Romansa adalah bentuk puisi baru yang di dalamnya menceritakan tentang cinta dan kasih sayang seseorang. Romansa memiliki arti indah dalam perasaan - berarti segala sesuatu yang sifanya indah.

  • Himne

Himne merupakan suatu bentuk puisi baru yang di dalamnya berisikan tentang pujian kepada Tuhan, pahlawan, dan Tanah Air. Jenis puisi yang satu ini bertujuan untuk menghormati dan menghargai sesuatu yang berhubungan dengan Ketuhanan atau hal lainnya.

  • Ode

Ode merupakan bentuk puisi baru yang di dalamnya mengandung sanjungan kepada orang yang istimewa atau berjasa. Ciri-ciri dari puisi ode ini memiliki gaya bahasa yang resmi, nada bahasanya yang anggun, dan berisikan sesuatu yang sifatnya menyanjung.

Beberapa contoh orang yang berjasa untuk disanjung, yaitu guru, pahlawan, dan lain-lain.

  • Satire

Satire merupakan bentuk puisi baru yang di dalamnya berisikan tentang sindiran atau kritikan. Sindiran dalam puisi satire ini dapat ditujukan kepada seseorang maupun benda mati.

  • Elegi

Elegi merupakan suatu bentuk puisi yang di dalamnya berisikan tentang kesedihan. Kesedihan bisa berupa orang yang telah ditinggalkan, rindu yang sangat mendalam, dan lain-lain.

  • Epigram

Epigram merupakan bentuk puisi baru yang di dalamnya berisikan tentang ajaran kehidupan. Beberapa hal yang bisa diajarkan dalam kehidupan, seperti keagamaan, pendidikan, dan lain-lain.

Jenis Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya

Ilustrasi puisi. Credit: pexels.com/Suzy
Ilustrasi puisi. Credit: pexels.com/Suzy
  • Distikon

Distikon merupakan puisi baru yang di dalamnya teriiri dari dua baris tiap baitnya.

  • Terzina

Terzina merupakan puisi baru yang di dalamnya terdiri dari tiga baris tiap baitnya. Terzina bersajak a-a-a, a-a-b, a-b-c atau a-b-b.

  • Kuatrain

Kuatrain merupakan puisi baru yang di dalamnya terdiri dari empat baris tiap baitnya. Kuatrain bersajak a-b-a-b, a-a-a-a atau a-a-b-b.

  • Kuint

Kuint merupakan puisi baru yang di dalamnya terdiri dari lima baris tiap baitnya. Kuint bersajak a-a-a-a-a.

  • Sektet

Sektet adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas enam baris. Jenis puisi ini terdiri atas enam buah kalimat dalam setiap baitnya.

Sektet mempunyai sajak yang tidak beraturan. Pengarang bebas menyatakan perasaannya tanpa menghiraukan persajakan atau rima bunyi.

  • Septime

Septime adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas tujuh baris. Septime setiap baitnya terdiri atas tujuh buah kalimat. Persajakan dalam septima tidak berurutan.

  • Oktaf

Oktaf merupakan puisi baru yang di dalamnya terdiri dari empat baris tiap baitnya.

  • Soneta

Soneta merupakan bentuk puisi baru yang di dalamnya terdiri dari empat baris yang terbagi menjadi dua. Pada dua bait pertama terdiri dari empat baris dan dua bait kedua terdiri dari tiga baris.

Sumber: Ruangpuisi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel