Jenis-Jenis Wayang yang Ada di Indonesia, Lengkap Beserta Penjelasannya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Wayang merupakan satu di antara budaya dari Indonesia yang unik dan diakui dunia. Bahkan, UNESCO telah mengakui wayang sebagai satu di antara warisan budaya dunia sejak 2003.

Tak sedikit orang dari luar negeri yang sengaja mengunjungi Indonesia hanya untuk melihat pertunjukan seni wayang.

Istilah wayang dapat diartikan sebagai bayang, hal ini dikarenakan dalam pertunjukannya, dalang menggunakan teknik bayangan dan efek cahaya yang diikuti dengan musik gamelan.

Cerita yang dimainkan wayang biasanya berasal dari India yaitu Mahabarata dan Ramayana. Meski ada beberapa pertunjukan wayang yang ceritanya sudah disesuaikan dengan kebudayaan yang ada.

Perlu diketahui, Indonesia tidak hanya memiliki satu jenis wayang saja. Indonesia mempunyai beberapa jenis wayang yang populer.

Berikut ini rangkuman tentang jenis-jenis wayang lengkap beserta penjelasannya, seperti dilansir dari laman uc.ac.id, Kamis (16/9/2021).

Jenis-Jenis Wayang

  • Wayang Kulit

Wayang Kulit adalah salah satu wayang yang paling popular di Indonesia. Wayang ini dibuat menggunakan kulit yang berasal dari kambing atau kerbau, gagang dan kerangkanya terbuat dari tanduk kerbau.

Ada karakter khas yang disebut Punokawan, yang biasanya diperankan dalam wayang kulit. Punokawan tersebut ialah Semar, Bagong, Gareng, dan Petruk. Punokawan ini berasal dari Jawa.

  • Wayang Klithik

Wayang Klithik adalah suatu modifikasi dari wayang kulit yang dibuat dari kayu. Wayang klithik ini memiliki bentuk yang pipih mirip dengan wayang kulit.

Wayang ini dinamai 'klithik' karena suara kayu yang bergesekan saat dimainkan. Permainannya sama, menggunakan teknik bayangan.

Jenis-Jenis Wayang

  • Wayang Suket

Wayang suket berbentuk sederhana dan biasanya digunakan sebagai alat permainan atau penyampaian cerita pada anak-anak di Jawa.

Wayang ini dibuat dari rumput yang dililitkan, dijalin, dan dirangkai membentuk tokoh wayang. Lantaran dibuat dengan rumput, membuat wayang ini tidak bisa bertahan lama.

  • Wayang Wong

Wayang Wong adalah satu di antara bentuk wayang yang dalam pertunjukannya diperankan oleh orang asli, yang memerankan karakter dalam cerita tersebut dilengkapi dengan berbagai kostum dan hiasan-hiasan yang menunjukkan karakter yang diperankannya.

Pertunjukan jenis wayang ini mirip seperti pertunjukan theater musikal yang mengangkat cerita Ramayana dan Mahabarata. Adanya wayang orang karena terinspirasi dari seni drama yang berkembang di Eropa.

Jenis-Jenis Wayang

  • Wayang Beber

Wayang ini dimainkan dengan cara membeberkan layar atau kertas yang berupa gambar. Dalang akan membeberkan gulungan layar kemudian dalang akan menceritakan cerita yang ada di dalam gambar tersebut.

Wayang Beber merupakan jenis wayang paling tua yang ada di Indonesia. Satu di antara wayang beber berada di Pacitan dan dipegang oleh Mbah Mardi, yang merupakan penerus terakhir dari Ki Roro Naladermo.

Wayang ini merupakan peninggalan secara langsung dari Raja Brawijaya dan diwariskan secara turun temurun.

Jenis-Jenis Wayang

  • Wayang Golek

Walau Wayang Golek terbuat dari kayu, tidak berbentuk pipih seperti wayang klithik ataupun wayang kulit. Wayang golek bentuknya seperti boneka yang terbuat dari kayu.

Wayang ini banyak ditemukan di daerah Jawa Barat, yang dibuat dari kayu dan dibentuk dengan tiga dimensi.

Pementasan wayang golek tidak menggunakan layar di belakangnya atau teknik bayangan seperti wayang klithik dan wayang kulit, tetapi menggunakan panggung dan dimainkan oleh dalangnya secara langsung dari bawah panggung.

Jenis-Jenis Wayang

  • Wayang Gambuh

Wayang gambuh adalah kesenian wayang yang cukup langka yang berasal dari Bali. Dalam pertunjukannya, wayang gambuh menampilkan cerita Malat, cerita Panji yang ada di Bali.

Wayang gambuh mirip dengan wayang kulit, hanya yang ditampilkan di wayang kulit merupakan cerita Mahabaratha atau Ramayana sedangkan wayang gambuh menampilkan cerita Malat.

Perangkat wayang gambuh yang tersimpan di Blahbatuh adalah pemberian dari Raja Mangwi yang menaklukan Raja Blambangan.

Sumber: uc.ac.id

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel