Jenis Media Tanam Hidroponik dan Organik Umum di Indonesia

·Bacaan 8 menit
Jenis Media Tanam Hidroponik dan Organik Umum di Indonesia
Jenis Media Tanam Hidroponik dan Organik Umum di Indonesia

RumahCom - Menanam berbagai jenis tanaman di rumah adalah salah satu hal yang sangat baik untuk dilakukan. Anda bisa menanam tanaman sebagai usaha atau sekedar hobi yang positif untuk dilakukan dari rumah. Memang betul, menanam tanaman adalah salah satu hal yang sangat mudah untuk dilakukan, tetapi untuk menghasilkan tanaman dengan kualitas yang baik Anda harus mengenali beberapa jenis media tanam yang berbeda-beda bagi tanaman tersebut.

Ada banyak sekali jenis media tanam yang bisa Anda gunakan untuk menanam tanaman. Setiap media tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang menjadikan efektifitas terhadap tanaman akan menjadi berbeda dan tidak sama. Supaya Anda tidak salah dalam menentukan media tanam yang tepat, maka artikel kali ini akan membahas mengenai:

  1. Pengertian Media Tanam

  2. Fungsi Penggunaan Media Tanam

  3. Jenis Media Tanam Hidroponik

    1. Rockwool

    2. Sabut Kelapa

    3. Serat Kayu

    4. Hydroton

    5. Perlite

    6. Oasis Cube

  4. Jenis Media Tanam Organik

    1. Kompos

    2. Batang Pakis

    3. Arang

    4. Lumut atau Moss

    5. Pupuk Kandang

    6. Sekam Padi

    7. Humus

  5. Cara Membuat Media Tanam Sendiri di Rumah

Cara Mengurus IMB Online
Cara Mengurus IMB Online

Mengurus Sertifikat Tanah, Hukum, dan Pajak Properti

Cara Mengurus IMB Online

1. Pengertian Media Tanam

Tanah adalah salah satu media tanam yang paling umum digunakan. (Foto: Pexels - Lisa)
Tanah adalah salah satu media tanam yang paling umum digunakan. (Foto: Pexels - Lisa)

Tanah adalah salah satu media tanam yang paling umum digunakan. (Foto: Pexels - Lisa)

Mungkin Anda sering mendengar bahwa Indonesia adalah salah satu negara subur. Hampir setiap tanaman bisa ditanam dan tumbuh dengan mudah meskipun hanya dengan menyebar benih atau bibitnya saja. Hal ini tentu akan sangat berbeda apabila Anda memiliki sebuah halaman di rumah dan berencana untuk menanam tanaman sendiri karena Anda memerlukan sebuah media tanam yang tepat agar tanaman bisa tumbuh dengan baik.

Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan media tanam itu? Media tanam dapat diartikan sebagai tempat tanaman untuk bisa ditanam dan tumbuh dengan baik. Dalam setiap media, harus mengandung berbagai kandungan nutrisi yang penting bagi tanaman supaya dapat tumbuh subur.

Media yang bisa digunakan untuk menanam tanaman sendiri ada banyak sekali jenisnya dan Anda bisa menyesuaikan media tersebut sesuai dengan kebutuhan. Metode merawat tanaman pada setiap media juga berbeda-beda sehingga Anda harus mempelajari kondisi dari sebuah media sebelum memutuskan untuk menanam tanaman pada media tersebut.

Baca Juga: Cara Mudah Menanam dengan Sistem Hidroponik

2. Fungsi Penggunaan Media Tanam

Arang bisa digunakan sebagai media untuk menanam tanaman anggrek. (Foto: Pexels - itemguides.com)
Arang bisa digunakan sebagai media untuk menanam tanaman anggrek. (Foto: Pexels - itemguides.com)

Arang bisa digunakan sebagai media untuk menanam tanaman anggrek. (Foto: Pexels - itemguides.com)

Secara umum, media tanam memiliki fungsi sebagai sarana utama dalam menanam tanaman. Media tersebut akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman mulai dari bibit hingga tanaman menjadi tumbuh besar secara sempurna. Di dalam media biasanya harus terdapat dan memiliki kandungan nutrisi seperti karbon yang mencukupi untuk memastikan supaya tanaman bisa tumbuh kuat dan tidak mudah untuk tumbang.

Media penanaman yang baik juga haruslah memiliki kandungan oksigen supaya akar dari tanaman bisa bernapas dan mengalirkan oksigen dengan sempurna ke seluruh bagian tanaman. Meskipun terdapat beberapa media penanaman yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, Anda harus tetap memberikan nutrisi tambahan pada tanaman seperti pupuk dan menyiramnya secara berkala.

3. Jenis Media Tanam Hidroponik

Sistem hidroponik sangatlah mudah untuk diwujudkan dan diaplikasikan pada rumah Anda yang berukuran kecil. (Foto: Pexels - Pragyan Bezbaruah)
Sistem hidroponik sangatlah mudah untuk diwujudkan dan diaplikasikan pada rumah Anda yang berukuran kecil. (Foto: Pexels - Pragyan Bezbaruah)

Sistem hidroponik sangatlah mudah untuk diwujudkan dan diaplikasikan pada rumah Anda yang berukuran kecil. (Foto: Pexels - Pragyan Bezbaruah)

Tentu Anda pernah mendengar penanaman dengan metode hidroponik. Metode hidroponik adalah salah satu metode penanaman yang tidak mengandalkan tanah, melainkan menggunakan media yang kaya akan kandungan nutrisi dan menggunakan air sebagai dasar utamanya. Metode hidroponik sangatlah digemari karena mudah untuk diwujudkan dan tidak membutuhkan lahan yang besar untuk melakukan penanaman. Di bawah ini adalah beberapa jenis media tanam hidroponik yang umum digunakan:

1. Rockwool

Rockwool merupakan salah satu media tanam hidroponik yang sangat populer dan mudah untuk digunakan. Rockwool sendiri merupakan sebuah kumpulan dari serat berbentuk busa yang terbuat dari lelehan gunung berapi layaknya sebuah batuan basalt yang tidak terlalu keras. Kelebihan dari rockwool adalah kemampuannya untuk menyerap air dan bisa mengaliri air dengan baik untuk menghindari tanaman menjadi busuk.

2. Sabut Kelapa

Sabut kelapa merupakan sebuah media tanam hidroponik yang sangat mudah untuk didapatkan dan digunakan. Sabut kelapa sangat baik untuk digunakan pada tanaman karena memiliki kandungan hormon yang tinggi dan mampu untuk menstimulasi pertumbuhan tanaman.

3. Serat Kayu

Manfaatkanlah serat kayu yang tidak terpakai setelah Anda melakukan berbagai pekerjaan kayu untuk menjadi sebuah media tanam yang baik. Serat kayu sangat cocok untuk media hidroponik karena kemampuan penyerapan air yang tinggi dan membuat tanaman menjadi tidak mudah untuk membusuk.

4. Hydroton

Mungkin ada banyak diantara Anda yang tidak mengetahui apa itu Hydroton. Hydroton atau memiliki panggilan lain yakni pelet tanah liat adalah salah satu media penanaman hidroponik yang sangat populer dan umum untuk digunakan. Media yang terbuat dari tanah liat ini memiliki tingkat keasaman atau pH yang netral supaya bisa ditanami oleh berbagai jenis tanaman yang berbeda-beda.

5. Perlite

Perlite merupakan salah satu hasil yang terbentuk dari proses hidrasi batuan obsidian. Karena berasal dari batuan alami membuat perlite memiliki kandungan karbon yang tinggi dan sangat baik bagi tanaman. Perlite juga merupakan salah satu media yang mempunyai kandungan oksigen tinggi supaya tanaman bisa tumbuh dengan subur.

6. Oasis Cube

Oasis Cube sering digunakan sebagai media untuk tanaman yang masih dalam bentuk kecambah. Memiliki bentuk serupa dengan rockwool tetapi bisa dibedakan dengan warna hijau. Oasis cube juga memiliki tekstur yang lebih basah dan lembab sehingga baik untuk diimplementasikan pada media hidroponik.

Tip Rumah

Sesuaikan jenis tanaman yang ingin Anda tanam dengan media tanam yang ada untuk memastikan tanaman dapat tumbuh secara maksimal.

4. Jenis Media Tanam Organik

Lumut bisa digunakan sebagai salah satu media tanam yang baik. (Foto: Pexels - Myicahel Tamburini)
Lumut bisa digunakan sebagai salah satu media tanam yang baik. (Foto: Pexels - Myicahel Tamburini)

Lumut bisa digunakan sebagai salah satu media tanam yang baik. (Foto: Pexels - Myicahel Tamburini)

Pada umumnya, orang-orang menggunakan media tanam organik karena jauh lebih mudah untuk dilakukan dibandingkan dengan harus menggunakan media lain seperti sistem hidroponik. Media organik biasanya tidak membutuhkan komponen tambahan supaya tanaman dapat tumbuh karena di dalamnya sudah memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan baik bagi tanaman. Terdapat beberapa jenis media tanam organik yang umum digunakan, seperti yang ada di bawah ini:

1. Kompos

Kompos adalah salah satu media organik yang paling banyak digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman. Kompos sendiri berasal dari berbagai jenis limbah organik yang sudah melalui proses fermentasi. Kompos yang digunakan sebagai media bisa mengembalikan kesuburan dari tanaman karena didalamnya terdapat banyak sekali kandungan nitrogen yang baik untuk tanaman.

2. Batang Pakis

Batang pakis merupakan salah satu media yang cukup populer untuk digunakan. Pakis yang digunakan juga tidaklah sembarangan, yakni batang pakis hitam yang biasanya dijual dalam bentuk potongan segi empat. Batang pakis merupakan media penanaman tanaman anggrek yang sangat baik, tetapi Anda harus memperhatikan supaya batang tersebut tidak ditinggali oleh berbagai hewan seperti semut.

3. Arang

Arang bisa menjadi wadah atau media penanaman yang baik karena memiliki karakteristik penyimpanan air yang sangat baik. Untuk memudahkan, arang biasanya harus dipotong-potong terlebih dahulu ke dalam ukuran kecil barulah dimasukkan ke dalam pot. Kekurangan dari arang adalah masih membutuhkan tambahan unsur hara lainnya seperti pupuk dalam jumlah yang banyak supaya tanaman mendapatkan gizi yang cukup.

4. Lumut atau Moss

Tahukah Anda bahwa lumut atau disebut juga sebagai moss bisa menjadi salah satu media penanaman yang bagus? Lumut yang digunakan juga bukanlah lumut biasa, yakni menggunakan lumut yang berasal dari tanaman paku. Moss memiliki banyak sekali rongga berukuran kecil yang dapat mempermudah akar dari tanaman supaya bisa tumbuh dengan kuat dan mencengkram dengan baik.

5. Pupuk Kandang

Pupuk kandang memiliki unsur hara yang sangat tinggi dan menjadikannya sangat baik bagi pertumbuhan tanaman. Pupuk kandang juga bisa Anda buat sendiri di rumah dengan mudah sehingga tidak perlu repot-repot untuk membeli media lainnya. Pastikan pupuk sudah matang dan siap digunakan supaya menghindari munculnya bakteri yang bisa merusak tanaman.

6. Sekam Padi

Karena jarang ditemukan, sekam padi kurang diminati untuk menjadi salah satu media penanaman. Sekam padi yang sudah dibakar sangatlah steril dan tidak memiliki kandungan bakteri yang bisa merusak tanaman. Sekam padi bakar juga mempunyai kandungan karbon yang tinggi dan baik untuk tanaman.

7. Humus

Humus merupakan salah satu media penanaman yang alami dan bisa ditemukan dengan sangat mudah. Humus biasanya bisa ditemukan pada tanah yang gembur dan memiliki warna gelap. Karena humus terbuat dari berbagai bentuk jasad organik, sehingga membuatnya bisa membuat campuran tanah menjadi jauh lebih baik lagi. Pastikan kondisi humus dalam keadaan yang baik dan tidak ditumbuhi oleh jamur.

5. Cara Membuat Media Tanam Sendiri di Rumah

Dengan memanfaatkan sampah organik di rumah, Anda bisa membuat media tanam sendiri dengan mudah. (Foto: Pexels - Gareth Wiley)
Dengan memanfaatkan sampah organik di rumah, Anda bisa membuat media tanam sendiri dengan mudah. (Foto: Pexels - Gareth Wiley)

Dengan memanfaatkan sampah organik di rumah, Anda bisa membuat media tanam sendiri dengan mudah. (Foto: Pexels - Gareth Wiley)

Tidak perlu bingung! Anda bisa menghemat banyak biaya dengan mencoba untuk membuat media tanam sendiri di rumah dengan memanfaatkan beberapa bahan yang alami dan ada di sekitar rumah. Di bawah ini adalah beberapa langkah mudah yang bisa Anda ikuti:

  • Pertama-tama, cari dan siapkanlah tanah humus yang terlihat subur dan siap digunakan. Humus yang baik bisa dilihat dari warnanya yang gelap dan tidak ditumbuhi oleh jamur.

  • Ayaklah tanah humus tersebut hingga menjadi butiran yang halus dan terus ayak hingga sudah tidak ada lagi bagian yang menggumpal.

  • Campurkan tanah humus dengan media tanah biasa lalu aduk dan kembali ayak hingga tercampur merata dengan sempurna.

  • Siapkan juga arang sekam yang sudah dipotong-potong hingga menjadi ukuran kecil.

  • Siapkan sebuah wadah, lalu masukkanlah seluruh bahan ke dalam wadah tersebut dengan komposisi sebesar 2 bagian tanah, 1 bagian kompos dan 1 bagian arang sekam. Aduk seluruh adonan hingga tercampur rata.

  • Siapkan polybag lalu masukkanlah campuran adonan ke dalamnya dan diamkan selama satu malam sebelum media tanam tersebut siap untuk digunakan.

Itulah jenis media tanam hidroponik dan organik, serta cara membuat media tanam sendiri di rumah dengan mudah. Pastikan untuk menggunakan media tanam yang berkualitas dan sesuai dengan tanamannya supaya tanaman bisa tumbuh subur.

Melalui video yang menarik berikut ini, Anda bisa mengetahui tips terbaik untuk membeli rumah dekat stasiun kereta!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya