Jenis Vaksin Booster Diharapkan Bisa Diketahui pada Akhir Desember 2021

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan harapannya bahwa pertimbangan jenis vaksin booster yang akan digunakan, bisa diketahui pada akhir Desember 2021 ini. Hal ini dikarenakan uji klink untuk menentukan jenis vaksin booster terbaik masih dilakukan.

TERKAIT: Rencanakan Skema Vaksin Booster 2022, Menkes: Vaksin Dapat Dibeli Sendiri Seperti Obat di Apotek

TERKAIT: Rencana Kemenkes Soal Booster Vaksin Covid-19 untuk Umum

TERKAIT: 2 Kelompok Masyarakat yang Masuk dalam Daftar Prioritas Vaksin Booster COVID-19

"Saat ini, dilakukan uji klinik dengan teman-teman dari perguruan tinggi, apakah jenis vaksinnya sama atau campur. Istilahnya, homologus atau heterologus. Diharapkan akhir Desember ini bisa selesai uji klinik," jelas Budi Gunadi pada Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Dalam uji klink penentuan jenis vaksin booster, akan dilihat perbandingan antara vaksin yang homologus dan heterologus. Misalhnya, dosis 1 dan 2 adalah Sinovac, dibandingkan dengan booster Sinovac atau AstaZeneca, mana yang terbaik.

"Dari sini, kebijakan yang kita bikin bisa jadi lebih baik, karena berdasarkan bukti-bukti ilmiah."

Vaksin booster di beberapa negara

Kemenkes harapkan jenis vaksin booster bisa diketahui pada akhir Desember 2021 ini.
Kemenkes harapkan jenis vaksin booster bisa diketahui pada akhir Desember 2021 ini.

Adapun vaksin booster yang dijui dengan melihat perbandingan hasil homologus dan heterologus, sebagai berikut.

1. Dosis 1 dan 2 Sinovac: booster Sinovac > tipe homologus.

2. Dosis 1 dan 2 Sinovac: booster AstraZeneca/Moderna/Pfizer > tipe heterologus.

3. Dosis 1 dan 2 Sinopharm: booster Sinopharm > tipe homologus.

4. Dosis 1 dan 2 Sinopharm: booster AstraZeneca/Moderna/Pfizer > tipe heterologus.

5. Dosis 1 dan 2 AstraZeneca: booster Pfizer > tipe heterologus.

6. Dosis 1 dan 2 Moderna: booster Pfizer > tipe homologus.

7. Dosis 1 dan 2 Pfizer: booster Pfizer > tipe homologus.

Menurut Budi Gunadi, sejumlah negara di dunia sudah ada yang memulai vaksinasi booster, ditujukan kepada kelompok rentan, seperti tenaga keseahtan, lansia, dan masyarakat yang berisiko terpapar COVID-19. Berikut ini adalah platform vaksin COVID-19 booster yang digunakan beberapa negara.

1. Amerika Serikat: Pfizer

2. Inggris: Pfizer, Moderna, beberapa ditawarkan AstraZeneca jika tidak memungkinkan

3. Prancis: mRNA

4. Jerman: mRNA

5. Israel: Pfizer

6. Cile: AstraZeneca

7. Singapura: mRNA

Adapun vaksinasi booster di Indonesia, akan dilakukan setelah 50% penduduk divaksin 2 kali. Perkiraan ini kemungkinan akan dicapai pada Desember 2021.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel