Jenis Vapor dan Harga Terbaru Disertai Dampaknya pada Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta Jenis vapor dan harga terbaru bisa menjadi referensi kamu dalam membelinya. Vapor dibagi menjadi beberapa jenis yang tentunya bisa kamu pilih sesuai kebutuhan. Apalagi, jika kamu orang yang baru pertama kali mencoba, tentunya kamu butuh referensi dan penjelasan seputar vapor atau vape terbaik.

Tadinya, vapor atau rokok elektrik bertujuan untuk membantu seseorang meninggalkan kebiasaan merokoknya. Namun, ternyata rokok elektrik juga dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, kamu harus berpikir-pikir lagi dalam penggunaannya.

Jenis vapor dan harga yang terbaru perlu kamu kenali agar mendapatkan yang sesuai dengan keinginan. Vapor menawarkan berbagai rasa dan memiliki berbagai jenis alat pemanas untuk memanaskan cairan vapor yang juga dikenal dengan vaporizer.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (11/11/2019) tentang jenis vapor dan harga.

Vaporizer Pen

Ilustrasi Vapor Pen (iStockphoto)

Jenis vapor dan harga yang pertama adalah jenis pen. Vapor jenis ini memiliki bentuk seperti pulpen berukuran kecil sehingga cocok untuk dibawa ke mana-mana. Vape ini dapat menghasilkan uap dengan cara memanaskan cairan vapor.

Ada dua jenis elemen pemanas yang bisa dipilih untuk memanaskan cairan vapor, yaitu:

- Atomizer

Atomizer merupakan elemen pemanas untuk memanaskan cairan vapor yang mengandung nikotin. Atomizer biasanya harus diganti jika panas yang dihasilkan sudah berkurang kualitasnya, membuat rasa vapor menjadi tidak enak lagi. Dekat dengan atomizer, terdapat tank sebagai tempat bahan yang akan dipanaskan.

- Cartomizer

Sedangkan elemen pemasan yang kedua adalah Cartomizer. Cartomizer merupakan kombinasi dari cartridge dan atomizer. Pada pengaturannya ini, komponen yang dipanaskan bersentuhan langsung dengan elemen pemanas. Untuk memanaskan elemen pemanas tersebut, vaporizer pen membutuhkan baterai sebagai energi. Baterai ini bisa diisi ulang dan biasanya mempunyai tegangan sebesar 3,7 volt.

Untuk harga, vaporizer pen ini biasanya dibanderol dengan harga sekitar Rp 100.000 hingga Rp 500.000. Kamu bisa memilih jenis vapor dan harga satu ini jika menginginkan vape yang kecil dan mudah dibawa.

Kamu harus mengingat pyla bahwa baterai vapor bisa meledak, sehingga kamu perlu berhati-hati ketika menggunakannya agar tidak membahayakan. Simpan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Vaporizer Portable

Ilustrasi Vapor Portable (iStockphoto)

Jenis vapor dan harga berikutnya adalah vaporizer portable. Jenis vape ini bentuknya lebih besar dibandingkan dengan vaporizer pen. Namun, jenis vapor dan harga yang satu ini juga bisa dibawa kemanapun, sama seperti vape pen. Walaupun memiliki ukuran yang lebih besar, vape portable masih bisa dimasukkan ke dalam kantong pakaian.

Pada vape portable cairan vape tidak berkontak langsung dengan elemen pemanasnya. Hal inilah yang membuat hasil rasa dari vape portable lebih baik dan asap yang lebih sedikit. Untuk baterai pada vape portable biasanya bisa bertahan 2 hingga 3 jam atau bahkan lebih.

Untuk hasil uap yang dihasilkan oleh vape sebenarnya tergantung dari daya baterai. Seberapa banyak elemen pemanas atau kawat yang ada di atomizer (biasanya 0,5 Ohm sudah cukup optimal untuk menghasilkan panas), dan komposisi dalam cairan vape. Apabila semakin tinggi kadar vegetable glycerin, maka akan semakin banyak uap yang bisa dihasilkan. Namun, panas tinggi yang bisa dihasilkan dari alat vape bisa meningkatkan risiko vape untuk meledak.

Selain mengandung nikotin, vape juga mengandung dasar perasa dari propylene glycol dan vegetable glycerin dengan kadar yang bervariasi dengan kekentalan yang berbeda-beda. Propylene glycol memiliki tingkat kekentalan yang rendah cenderung berair, sedangkan vegetable glycerin lebih kental dan rasanya juga lebih manis. Keduanya berpotensi menimbulkan reaksi alergi.

Untuk harga dari vaporizer portable ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 200.000 hingga Rp 1.000.000. Kamu juga bisa memilih jenis vapor dan harga yang satu ini.

Vaporizer Desktop

Asap Vapor (Sumber: Pixabay)

Jenis vapor dan harga yang terakhir adalah berbentuk desktop. Vapor jenis ini memiliki ukuran yang lebih besar dari bentuk pen dan portable. Bentuk desktop ini tidak bisa dibawa kemana-mana.

Vapor desktop ini hanya bisa digunakan di rumah atau di satu tempat saja. Vapor desktop juga membutuhkan permukaan yang datar untuk meletakkannya, serta memerlukan pasokan energi yang stabil agar dapat berfungsi dengan baik.

Karena membutuhkan pasokan energi yang stabil agar vape ini bisa bekerja, menjadikan vape desktop ini bisa menghasilkan panas yang lebih maksimal, rasa yang lebih tajam, dan uap yang lebih banyak daripada vape lainnya.

Namun kamu tetap perlu berhati-hati ketika menggunakan vape jenis ini, karena semakin banyak uap yang dihasilkan, maka semakin tinggi juga risiko kesehatan yang bisa dialami.  

Untuk harga dari vape desktop ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 300.000 hingga Rp 1.000.000. Kamu bisa memilih jenis vapor dan harga satu ini jika tidak perlu membawanya ke mana-mana, atau hanya menggunakannya di satu tempat saja.

Dampak Vapor pada Kesehatan

Ilustrasi Vapor (iStockphoto)

Risiko menghirup Vapor atau vape atau rokok elektrik tidak jauh berbeda dengan rokok biasa. Kandungan nanopartikel beracun dalam Vapor dapat menumpuk dalam paru-paru dan menyebabkan peradangan. Menghirup uap vapor telah dikaitkan dengan penyakit asma, stroke, penyakit jantung, dan diabetes.

Penelitian lain juga menemukan bahwa uap yang dihasilkan rokok elektrik mengandung pelarut, di mana terkandung nikotin dan perasa. Pelarut ini dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru.

Pelarut dalam vapor tersebut dapat berubah menjadi senyawa yang lebih berbahaya, yaitu karbonil. Senyawa karbonil ini, contohnya adalah formaldehida dan asetaldehida yang dapat menyebabkan kanker. Semakin tinggi daya vaporizer bahkan bisa menghasilkan formaldehida yang sama seperti yang ditemukan dalam asap tembakau.