Jepang Diterjang Beliung, 240 Penerbangan Dihentikan

TEMPO.CO , TOKYO:-- Angin puting beliung bersama hujan deras yang menerjang Jepang kemarin menimbulkan kekacauan dan menjebak puluhan ribu warga. Angin kencang dengan kecepatan 100 kilometer per jam terjadi di bagian timur Jepang, termasuk Ibu Kota Tokyo.

"Kecepatan ini seperti berada di dalam inti angin puting beliung, tapi berlangsung lebih lama, sedangkan puting beliung biasanya berlangsung singkat," kata juru bicara Badan Meteorologi Jepang kemarin. "Angin kencang seperti ini sangat jarang terjadi," ia menambahkan.

Angin kencang itu bergerak ke arah utara Jepang hari ini dan akan menimbulkan gelombang tinggi di laut hingga 10 meter. Selain bahaya gelombang tinggi, Badan Meteorologi Jepang mengingatkan warga untuk mewaspadai tanah longsor dan banjir.

Akibat musibah ini, 240 jadwal penerbangan serta layanan kereta terpaksa dibatalkan. Maskapai Japan Airlines membatalkan 160 penerbangan domestik menyebabkan nasib 23.700 penumpang terkatung-katung. Adapun maskapai All Nippon Airways membatalkan 83 penerbangan dan merugikan 8.900 penumpang.

East Japan Railways, yang mengoperasikan jalur kereta di bagian timur dan utara, termasuk Tokyo, terpaksa menghentikan beberapa layanan jarak jauh. Kereta yang menghubungkan Tokyo dan Osaka mengalami keterlambatan. Beberapa truk dan kendaraan berat lainnya terguling akibat angin kencang, sehingga menyebabkan kemacetan panjang di Prefektur Toyama. Stasiun televisi NHK melaporkan sedikitnya 17 orang terluka di 10 prefektur berbeda akibat musibah ini.

L ASIA ONE | CHANNEL NEWS ASIA | SITA PLANASARI A

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.