Jepang Mulai Bangun Pengujian Kendaraan Bermotor Rp1,9 T di Bekasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah RI dan Jepang akan segera memulai pembangunan Proving Ground untuk pengujian kendaraan bermotor dengan standar internasional di Bekasi, Jawa Barat. Proyek sirkuit tes untuk pengujian kendaraan ini jadi yang pertama di Indonesia.

Kesepakatan itu turut dilampirkan melalui proses penandatanganan perjanjian kerjasama proyek KPBU Pengembangan Proving Ground Badan Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB).

"Selama ini kita melakukannya di luar Indonesia. Setelah dilakukan pengujian baru kita bisa act on. Kita akhirnya menetapkan satu konsorsium, Indonesia-Jepang, tapi Indonesia bisa mayoritas," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Jakarta, Senin (31/10).

Untuk diketahui, proyek Proving Ground yang dilakukan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) ini akan dipegang oleh konsorsium PT Indonesia International Automotive Proving Ground (IIAPG), selaku pemenang lelang pada 23 Agustus 2022.

Konsorsium terdiri dari perusahaan gabungan Indonesia-Jepang, antara lain PT Gobel International, PT Bintang Pradipa Persada, Toyota Tsusho Corporatuon, Japan Overseas Infrastructure Investment Corporatuon for Transport & Urban Development, PT Hutama Karya (Persero), dan Astra Daihatsu Motor.

Proyek ini memiliki periode kerja sama selama 17 tahun, termasuk 2 tahun masa konstruksi dan 15 tahun masa operasi. Nilai investasinya mencapai Rp 1,98 triliun, dengan menggunakan skema pengembalian investasi (Availability Payment) sebesar Rp 339,9 miliar per tahun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga turut hadir dalam proses penandatanganan proyek mengatakan, dengan punya Proving Ground, Indonesia nantinya tak perlu lagi mengeluarkan ongkos untuk melakukan pengujian mobil produksi dalam negeri di negara tujuan ekspor.

" Ini adalah sebuah milestone baru bagi Kementrian Perhubungan, yang selama ini bersama-sama kami di Kementerian Keuangan terus berupaya untuk bisa mendorong berbagai pembangunan di bidang transportasi. Perhubungan merupakan nadi dari perekonomian Indonesia," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]