Jepang Tertarik Kirim 'Utusan' ke Satelit Milik Planet Mars

Lazuardhi Utama, Novina Putri Bestari

VIVA – Jepang tertarik mengirim 'utusan' untuk mampir ke Phobos, satelit alami Planet Mars, pada 2024. Yang dimaksud utusan yaitu pesawat ruang angkasa tak berawak. Hal ini menjadi bagian dari Misi ke Mars yang akan dilakukan oleh Badan Antariksa Jepang atau JAXA.

JAXA ingin mengumpulkan sampel dari Phobos untuk diteliti setelah dibawa ke Bumi. Mengutip situs Mirror, Senin, 8 Juni 2020, selain itu, mereka juga menyebutkan Planet Mars pernah memiliki Bulan yang ukurannya 20 kali lebih besar dari Phobos sekitar tiga miliar tahun silam.

Namun, para peneliti belum bisa memverifikasi teori tersebut. Mereka juga berharap jika Misi ke Mars nantinya akan membantu membuktikan teori yang ada. Planet Mars ternyata pernah memiliki cincin yang mengelilinginya seperti Saturnus. Bulan yang mengitarinya juga ternyata berukuran lebih besar.

Para peneliti dari SETI Institute dan Purdue University menemukan jika planet itu pernah memiliki bulan yang jauh lebih besar. Sedangkan saat ini Mars memiliki dua Bulan kecil, yaitu Phobos dan Deimos.

Deimos berukuran lebih kecil dari Phobos. Bulan ini memiliki orbit yang disebut dua derajat yang membuat para peneliti mempertanyakan soal masa lalu Mars.

"Fakta jika orbit Deimos tidak persis pada ekuator Mars dianggap tidak penting, dan tidak ada yang peduli untuk mencoba menjelaskannya," tutur peneliti Matija Cuk.

Namun begitu, ia bersama tim peneliti lainnya memiliki ide besar baru dan melihatnya sebagai pandangan baru. "Kemiringan orbit Deimos menyimpan rahasia besar," paparnya.

Matija juga melihat Planet Mars pernah memiliki beberapa Bulan. Namun satelit alami itu akhirnya hancur lebih dari miliaran tahun silam.

Cincin pada planet merah itu memunculkan Bulan baru dengan ukuran lebih kecil, sebelum siklus berulang lagi. "Ini yang menjelaskan mengapa Deimos mengorbit pada kemiringan tertentu," jelas dia.