Jepang Tetap Ingin Yen Murah

PLASADANA.COM - Stabilitas keuangan global saat ini penuh risiko, menyusul bank sentral Amerika yang pelan-pelan akan menarik diri dari kebijakan pelonggaran moneter. Pada kebijakan ini, likuiditas banjir di pasar, sehingga harganya murah.

Ketika emerging market - pasar di negara berkembang dengan pertumbuhan cepat - tidak mampu memberikan keuntungan besar, dana investasi pun hengkang. Mata uang di negara-negara tersebut termasuk Indonesia, ikut terimbas. melemah terhadap dolar AS.

Namun Haruhiko Kuroda, Gubernur Bank of Japan menjelaskan, bank sentral tetap mengerahkan segala tenaga agar tidak terimbas situasi yang terjadi saat ini. "Jepang ini tetap berpegang pada rencana awal, yaitu mencapai inflasi 2
persen," papar Kuroda, seperti dikutip Reuters.

Selama ini, dengan inflasi mendekati nol persen, perekonomian negara tersebut seperti "beku". Karena
itulah, relaksasi terhadap mata uang yen dilakukan, sehingga nilainya dibiarkan murah.

Pelonggaran moneter setidaknya dilakukan oleh Jepang, Eropa, serta Amerika Serikat. Dana investasi pun mengalir
deras ke emerging market, terutama Asia.

Kini, bank sentral Amerika, Federal Reserve, berencana menurunkan pelonggaran moneter. Belanja surat utang yang
selama ini digunakan untuk membuat dolar murah, segera bakal dikurangi.

Menurut Dennis Lockhart, Gubernur Bank Sentral Atlanta - anggota Federal Reserve, kebijakan pengurangan itu mulai
dilakukan bulan depan. "Dampaknya memang terasa. Di sinilah pentingnya kerja sama antarbank sentral," paparnya
dalam wawancara khsusus dengan Reuters.

Penulis: Nur Cahyo