Jeremy Thomas Kenang Gaji Pertama Main Sinetron di Era 90an

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Aktor Jeremy Thomas bercerita tentang awal mula dirinya bisa berkecimpung di dunia akting. Ternyata, hal itu berawal dari pertemuannya secara tidak sengaja dengan salah satu sutradara kenamaan.

Pria 50 tahun itu bercerita jika sebelum menjadi aktor dirinya sudah terbilang mapan sebagai bintang iklan. Sebuah foto ikonik yang diambil secara iseng pun akhirnya mengantarkan Jeremy Thomas ke gerbang lain kariernya saat itu.

"Jadi satu hari saya jalan-jalan, saya di samperin sama sutradara, dia bilang, 'saya dapat info kamu bintang iklan', Itu saya 23 tahun ungkap Jeremy Thomas di YouTube Channel MD Entertainment.

"Saya terbentuk jadi anak muda yang suka olahraga. Lalu saya karena hobi nge-gym dan saya jaman dulu banyak di fitness saya banyak agensi iklan, fotografer, model, dan lain-lain, jadi setelah nge-gym suka iseng-iseng foto di rooftop dia bawa foto saya yang di rooftop itu," lanjutnya bercerita.

Honor Pertama

Jeremy Thomas (Dok/Fimela.com)
Jeremy Thomas (Dok/Fimela.com)

Sudah memiliki jam terbang di dunia iklan tak serta merta membuat Jeremy Thomas jumawa ketika merambah dunia akting. Bahkan, ia tak masalah ketika mendapat bayaran jauh lebih rendah dari honornya sebagai bintang iklan untuk sinetron pertamanya.

"Saya dikasih harga Rp 200 ribu atau Rp 250 ribu per episode. Saya nggak berpikir (soal bayaran) karena di iklan itu bisa Rp 5 juta dan Rp 10 juta, akhirnya oke lah (terima tawaran main sinetron). Saya nggak pernah bermimpi di dunia entertaint. Dulu dapat duit dari iklan juga udah bisa makan di resto, jalan-jalan," ungkap Jeremy Thomas.

Respon Positif

(Instagram/valerieethomas)
(Instagram/valerieethomas)

Tak disangka, sinetron pertamanya berjudul Hati Seluas Samudera bersama Paramitha Russady itu mendapat respon positif dan bertahan hingga beberapa tahun penayangan. Dari situ, kariernya pun berjalan mulus dan terbilang awet sampai sekarang.

Ia lantas menyebut jika ada satu prinsip yang menjadi pegangnya dan terbukti relate dengan perjalanan kariernya. Baginya, setiap kesempatan yang ada harus dimaksimalkan untuk membuka peluang lain dalam hal apapun.

"Saya punya prinsip dalam hidup yang saya terapkan, jangan pernah tolak undangan dalam bentuk apapun, datanglah. Karena dari hal kecil bisa terbuka pintu yang lebar," tandasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel