Jerinx Bebas Cuti Bersyarat, Kadivpas Bali: Mudah-mudahan Bisa Anteng

Merdeka.com - Merdeka.com - Musisi I Gede Ari Astina alias Jerinx akhirnya keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA, Kerobokan Denpasar, Bali, pada Selasa (2/8). Namun status Jerinx belum bebas resmi, baru bebas cuti bersyarat.

"Dalam arti, bukan bebas murni tapi masih ada syarat-syarat yang harus dilakukan oleh Jerinx. Salah satunya nanti ada komunikasi dan syarat-syarat yang ditentukan oleh Bapas," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kadivpas Kanwil Kemenkum HAM) Bali Gun Gun Gunawan di Lapas Kerobokan, Selasa (2/8).

Dia menyebutkan, setelah dari Lapas Kerobokan Jerinx akan dibawa ke Bapas Kelas 1 Denpasar dan di sana baru serah terima.

"Selama cuti bersyarat nanti pengawasan ada di bawa Bapas. Artinya bersyarat ini, kalau selama di luar Jerinx ini kembali atau ada hal-hal yang tidak baik lagi itu bisa dicabut masuk lagi ke dalam Lapas tanpa proses apapun. Karena itu bersyarat. Namanya juga cuti bersyarat. Bebas murni belum," ungkapnya.

Pihaknya juga mengatakan, selama menjalani cuti bersyarat Jerinx harus wajib lapor selama tiga bulan. Selain itu, pihaknya juga berharap selama bebas itu dia tidak lagi ada permasalahan hukum.

"Tiga bulan ada wajib lapor. Jadi selama bersyarat ini mudah-mudahan rekan kita ini sudara Jerinx dan keluarga bisa menjaga marwahnya, supaya tidak lagi berkaitan dengan hukum. Mudah-mudahan, bisa anteng sampai selesai, nanti cuti bersyaratnya dalam keadaan baik-baik saja dan bisa berkarya kembali," ujarnya.

Sementara, di tempat yang sama kuasa hukum Jerinx yaitu Wayan Gendo Suardana mengatakan, untuk penjamin Jerinx selama bebas cuti bersyarat adalah istrinya Nora Alexandra.

"Untuk penjaminannya Nora, dan proses pengurusan cuti bersyarat ini lebih banyak diurus oleh Nora. Kalau kami, pengacara hanya mengurusi hal-hal teknis dokumen," ujarnya.

Kepala Lapas, Kelas IIA Kerobokan, Fikri Jaya Soebing juga mengatakan bahwa Jerinx di dalam Lapas sekitar empat bulan.

Selama di dalam Lapas, perilaku Jerinx dinilai positif yaitu ikut membina teman-temannya lainnya dan ikut Band Antrabez (Anak Terali Besi), band yang anggotanya adalah para warga binaan Lapas.

"Dia sekitar empat bulanan, dia ikut membina rekan-rekan di dalam dengan grup musik Antrabez-nya. Jadi selama dia beberapa bulan di dalam Lapas telah menciptakan beberapa lagu dan mungkin nanti akan kita launching. Ada sekitar empat atau lima lagu yang sudah diciptakan bersama Band Antrabez," ujarnya.

Seperti diketahui, Jerinx tersandung masalah hukum usai dilaporkan Adam Deni ke Polda Metro Jaya pada 10 Juli 2021. Ia diduga melakukan ancaman lewat media elektronik kepada lelaki 26 tahun.

Oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jerinx dijatuhi 1 tahun penjara dan denda Rp 25 juta. Ia lantas ditempatkan di Rutan Salemba, Jakarta. Namun, sejak 1 April 2022, Jerinx dipindahkan ke Lapas Kerobokan atas alasan kemanusiaan. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel