Jeritan Panahan Nomor 1 Dunia Usai Dipecundangi Pasangan Indonesia

·Bacaan 2 menit

VIVA – Tim panahan beregu campuran Amerika Serikat yang diperkuat Brady Ellison/Mackenzie Brown tak menyangka akan tersingkir di babak 16 besar Olimpiade Tokyo 2020.

Mereka takluk dari Tim panahan beregu campuran Indonesia yang diperkuat Riau Ega Agatha dan Diananda Choirunisa.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Yumenshima Final Field, Tokyo, pasangan Riau Ega/Diananda tampil ganas dan berhasil meraih kemenangan tipis 5-4.

Riau Ega/Diananda tampil luar biasa pada dua set awal. Di set pertama, Riau Ega/Diananda yang dua kali maju mendapatkan 37 poin. Sementara, Brown/Ellison cuma mendapatkan 34 poin. Hasil itu membuat Indonesia unggul 2-0.

Keunggulan itu mampu dipertahankan Riau Ega/Diananda di set kedua. Mereka menang 36-33 sekaligus membuat skor menjadi 4-0 untuk keunggulan Indonesia.

Jika menang di set ketiga, Riau Ega/Diananda otomatis lolos ke perempatfinal. Sayangnya, mereka kalah dengan skor tipis 33-34, yang membuat skor berubah menjadi 4-2.

Di set keempat, pasangan AS itu lagi-lagi unggul tipis dengan skor 37-36. Skor pun menjadi sama kuat 4-4.

Di babak penentuan, Riau Ega/Diananda dan Brown/Ellison masing-masing maju satu kali untuk memanah. Hasilnya Riau Ega/Diananda mencatatkan poin sempurna 20, sedangkan pasangan AS cuma 18.

Kekalahan itu tak disangka Brady Ellison. Panahan nomor satu dunia itu bahkan mengaku shock dengan hasil pertandingan.

"Jujur saja saya 'shock'. Saya benar-benar yakin kami bisa memenangkan medali hari ini," kata Ellison, dikutip Channel News Asia.

Hal senada juga disampaikan Mackenzie Brown. Dia mengaku frustrasi karena harus bersaing tanpa fans. Menurutnya, Olimpiade 2020 seharsunya menjadi sebuah momen besar dan menegangkan.

"Tak ada penonton di stadion. Ada rekan-rekan setim tetapi tak ada siapa pun di luar sana. Mengecewakan untuk bekerja keras selama lima tahun demi Olimpiade lalu tak ada penonton diperbolehkan ke dalam venue," ucapnya.

Sayangnya, penampilan apik Riau Ega/Diananda harus terhenti di babak perempatfinal. Mereka harus mengakui keunggulan pasangan Turki, Mete Gazoz/Yesemin Anagöz.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel