Jerman Kirim Sinyal Ancaman Jelang Piala Eropa 2020

·Bacaan 2 menit

VIVATimnas Jerman asuhan Joachim Loew menunjukkan penampilan luar biasa saat menghancurkan Latvia 7-1 dalam pertandingan ujicoba terakhir mereka menjelang Piala Eropa 2020. Kemenangan ini menjadi sinyal ancaman buat para rival mereka.

Joachim Loew menerapkan formasi 3-4-3 dengan Robin Gosens di bek kiri, Joshua Kimmich di sayap kanan, dan Toni Kroos bersama Ilkay Gundogan di lini tengah. Jerman tampil dominan di laga ini, sementara Latvia hanya bertahan.

Perbedaan kualitas membuat Jerman sangat mendominasi laga. Tapi, mereka baru bisa memecah kebuntuan di menit 19. Penggawa Atalanta, Robin Gosens yang pertama mencatatkan namanya di papan skor usai menyambut umpan Kai Havertz.

Dua menit berselang, Jerman menambah koleksi golnya. Kali ini dipersembahkan oleh Ilkay Guendogan. Menit 27, skuad Joachim Loew semakin memperlebar jarak. Thomas Mueller yang memaksimalkan umpan tarik Gosens dan mengubah skor jadi 3-0.

Nasib sial Latvia belum selesai sampai di situ. Menit 39, Ozols menceploskan gol bunuh diri yang menambah keunggulan Jerman. Der Panzer menutup babak pertama dengan keunggulan 5-0 setelah Serge Gnabry mencetak gol jelang turun minum.

Tak berdaya di babak pertama membuat Latvia coba melakukan sejumlah perubahan di awal babak kedua. Ternyata, malah Jerman yang menambah pundi-pundi golnya setelah Timo Werner menaklukkan Ozols di menit 50.

Unggul enam gol, Jerman menarik sejumlah pemainnya dan memasukkan pemain bertipe bertahan. Penurunan tempo membuat Latvia berhasil memaksimalkan celah melalui upaya Aleksejs Saveljevs di menit 75.

Tapi, tak butuh waktu lama bagi Jerman untuk membalas. Leroy Sane menutup pesta gol Der Panzer di laga ini lewat golnya semenit berselang. Jerman pun menang 7-1 atas Latvia di laga terakhir mereka jelang Piala Eropa 2020.

Usai laga, Thomas Müller mengungkapkan hasil gemilang yang dipetik Jerman bukanlah yang terpenting. "Hasil bukanlah aspek terpenting hari ini – ini lebih tentang cara kami tampil," katanya dilansir laman resmi DFB.

"Sudah lama sejak kami terakhir menang besar, ini menjadi momen bagus buat kami. Tapi kami sadar akan menjadi laga yang sangat berbeda melawan Prancis (di Piala Eropa 2020). Tapi ini tetap penampilan yang luar biasa malam ini."

Sementara itu, Joachim Loew mengungkapkan, timnya kini lebih klinis. Dan dia juga senang para pemainnya menjalani instruksi yang dia berikan. "Ada banyak hal yang kami lakukan dengan baik, dan kami memiliki banyak peluang."

"Kami telah mendiskusikan beberapa hal yang masih perlu kami perbaiki. Selama babak pertama, kami memiliki banyak kecepatan dalam menyerang, berlari dengan baik, dan menekan dengan keras. Tempo kami sedikit menurun di babak kedua."

Loew menilai, Jerman masih perlu meningkatkan intensitas hingga berlanjut selama 90 menit penuh. Sedangkan soal penyelesaian akhir, Jerman sudah cukup klinis. "Ini telah menjadi topik yang sering muncul selama beberapa bulan terakhir, dan merupakan area di mana kami mempersulit diri kami sendiri."

"Menjadi lebih klinis, baik dalam menyerang maupun bertahan adalah yang kami butuhkan. Kami ingin menemukan cara untuk menembus pertahanan lawan, menghadapi lawan yang bertahan cukup dalam," lanjutnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel