Jerman Sambut Kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris

Ezra Sihite, DW Indonesia
·Bacaan 3 menit

Sejumlah politisi Jerman, termasuk Kanselir Angela Merkel, mengucapkan selamat atas proyeksi kemenangan Joe Biden dari Parta Demokrat dalam Pemilu Presiden Amerika Serikat 2020. Para politisi juga berharap bahwa proyeksi kemenangan ini adalah langkah maju dalam hubungan Transatlantik.

Kanselir Jerman Angela Merkel menyampaikan ucapan selamatnya kepada Joe Biden.

"Selamat! Rakyat Amerika telah memutuskan," ujar Merkel dalam sebuah pernyataan. "Joe Biden akan menjadi Presiden ke-46 Amerika Serikat. Saya dengan tulus mendoakan semoga berhasil dan sukses dan saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Kamala Harris, wakil presiden perempuan terpilih yang pertama dalam sejarah negara Anda."

"Saya menanti untuk dapat bekerja sama dengan Presiden Biden. Persahabatan Transatlantik kita sangat diperlukan jika kita ingin menghadapi tantangan utama di zaman kita," tambah Merkel.

Jika proyeksi hasil penghitungan suara telah dikonfirmasi, Harris akan menjadi perempuan pertama, orang kulit hitam pertama, dan keturunan Asia Selatan pertama yang menjadi wakil presiden terpilih dalam sejarah Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan bahwa Jerman berharap untuk dapat bekerja sama dengan pemerintahan berikutnya, dan berharap untuk memperbarui kerja sama yang ada saat ini.

“Bagus akhirnya ada angka yang jelas,” ujar Maas lewat Twitter. "Kami berharap dapat bekerja dengan pemerintah AS berikutnya. Kami ingin berinvestasi dalam kerja sama awal baru Transatlantik, kesepakatan baru."

Maas sebelumnya menyerukan agar semua pihak percaya kepada proses demokrasi di AS, menyusul klaim kontroversial dari Donald Trump tentang adanya penipuan suara dan selama pemilu.

Berharap perbaiki hubungan Jerman-AS

Selain Maas dan Merkel, Beberapa politisi Jerman juga menyebut kepresidenan Biden sebagai kunci untuk memperbaiki hubungan yang bermasalah antara Berlin dan Washington.

Wakil Kanselir Jerman Olaf Scholz menyebut pemilihan Biden sebagai "babak yang baru dan menarik" antara kedua negara, ia juga menekankan bahwa AS adalah mitra "paling penting" Eropa.

"Selamat, Presiden Terpilih @JoeBiden. Sekarang adalah kesempatan untuk membuka babak yang baru dan menarik dalam hubungan Transatlantik. AS tetap menjadi mitra terpenting dan terdekat Eropa. Ada banyak yang mesti dilakukan. Kerja sama yang baik! #EveryVoteCounts," demikian bunyi cuitan Olaf Scholz.

Sementara Presiden Parlemen Jerman, Wolfgang Schäuble, mengatakan harapannya bahwa kepresidenan Biden akan dapat kembali menyatukan AS.

"Dia mungkin tidak sekarismatik Obama, tapi saya punya perasaan yang baik tentang Biden sebagai presiden," ungkap Schäuble kepada surat kabar Jerman, Bild am Sontag.

Schäuble menambahkan bahwa semua masalah di AS tidak akan dapat diselesaikan hanya oleh satu orang, tetapi dia berharap "Biden akan menjadi presiden bagi semua orang Amerika, dan mengurangi perpecahan di negara ... dan bersamanya AS dapat sekali lagi menyumbangkan kontribusinya yang sangat penting bagi nilai-nilai komunitas kita."

Disambut hembusan napas lega

Sehubungan dengan kerjasama dengan NATO, Peter Beyer, koordinator Transatlantik pada pemerintah Jerman, mengatakan kepada DW bahwa kemenangan Biden disambut dengan "hembusan napas lega di seluruh dunia."

"Di Jerman, Donald Trump sangat tidak populer dan itu berdampak negatif pada persepsi terhadap Amerika Serikat secara keseluruhan, jadi saya berharap sekarang akan jadi lebih baik," kata Beyer.

Selama pemerintahannya, Donald Trump sering mengkritik aliansi militer dan menekan anggota NATO, terutama Jerman, untuk meningkatkan anggaran pertahanan mereka. Selama kampanye presiden 2016, Trump berulang kali mengancam akan menarik AS keluar dari NATO. (ae/yf)