Jerman Tutup dan Matikan Server Pasar Darknet Ilegal Terbesar

Ezra Sihite, DW Indonesia
·Bacaan 1 menit

Jaksa di Kota Koblenz dan Oldenburg, Jerman, mengatakan pada hari Selasa (12/01) bahwa mereka telah menutup pasar ilegal terbesar di darknet yakni DarkMarket. Orang-orang yang diyakini mengoperasikan pasar darknet ilegal tersebut pun telah ditangkap di dekat perbatasan Jerman dengan Denmark.

Pria berusia 34 tahun asal Australia yang diyakini sebagai operator DarkMarket telah ditahan.

Pihak berwenang mengatakan situs ilegal itu memperdagangkan obat-obatan, uang palsu, data kartu kredit curian, kartu SIM anonim dan malware. DarkMarket memiliki 500 ribu pengguna dan melakukan transaksi bisnis dalam mata uang kripto atau cryptocurrency yang setara dengan nilai € 140 juta (Rp 2,4 triliun).

Kepolisian kota Oldenburg mengatakan penggerebekan itu terjadi selama akhir pekan. "Penyelidik berhasil menutup DarkMarket dan mematikan server pada hari Senin (11/01)," kata jaksa.

Penyelidikan internasional

Penggerebekan DarkMarket bukanlah yang pertama. Otoritas Jerman telah beberapa kali menemukan operator platform ilegal ini di negaranya dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2019, jaksa kota Koblenz mengumumkan penemuan server darknet yang dioperasikan dari bekas bunker NATO di kota Jerman yang sepi.

Pihak berwenang mengatakan bahwa penyelidikan untuk mengungkap DarkMarket melibatkan operasi penegakan hukum internasional selama berbulan-bulan.

Badan penegak hukum AS seperti FBI, divisi penegakan hukum narkotika DEA, dan otoritas pajak IRS semuanya berkontribusi dalam penyelidikan ini, bersama dengan polisi dari Australia, Inggris, Denmark, Swiss, Ukraina, dan Moldova, serta peran koordinasi dari Europol.

"Total setidaknya 320 ribu transaksi dilakukan melalui pasar darknet ini, dengan lebih dari 4.650 bitcoin dan 12.800 monero - dua mata uang kripto yang paling umum - berpindah tangan," ujar otoritas Oldenburg.

Saat situsnya ditutup, DarkMarket memiliki lebih dari 2.400 vendor.

pkp/ha (AFP, dpa)