Jernang Indonesia bantu obati pasien di China dengan lebih tepat waktu

Jernang, sejenis resin berwarna merah dari beberapa spesies rotan, sering digunakan dalam pengobatan tradisional China (traditional Chinese medicine/TCM) karena manfaatnya dalam mengobati penyakit perdarahan dan sejumlah jenis nyeri.

Kini, pasien di China yang membutuhkan jernang akan bisa mendapatkan obatnya lebih tepat waktu, berkat rute penerbangan kargo baru yang mendatangkan jernang dari Indonesia ke Kota Zhengzhou, China tengah.

Di pabrik Henan Qianfang Pharmaceutical Co., Ltd. yang terletak di Kota Yuzhou, Provinsi Henan, China tengah, para pekerja sedang melakukan persiapan untuk mengolah satu gelombang pengiriman jernang yang diimpor dari Indonesia seberat sekitar 475 kilogram. Saat ini, jernang tersebut sedang dalam proses pemeriksaan dan akan segera diolah.

"Lewat rute kargo penerbangan hanya membutuhkan waktu dua hari (dari Indonesia ke sini), dibandingkan dulu yang hampir satu bulan melalui pengiriman laut dari pelabuhan Tianjin dan pelabuhan lain," kata Dong Yuying, seorang petugas dari departemen impor bahan obat-obatan dari perusahaan Qianfang, sebagaimana diwartakan Xinhua, Senin.

Kota Yuzhou memiliki sejarah panjang dalam pembuatan obat tradisional China dan dijuluki "Kota Obat". Berjarak tempuh sekitar dua jam dengan mobil dari Bandar Udara Zhengzhou, Yuzhou masih menjadi basis pusat dan distribusi serta pengolahan TCM penting di China.

"Perusahaan kami terutama memproduksi dan menjual TCM dalam bentuk pil maupun cairan jadi, dengan output tahunan melebihi 3.000 ton. Indonesia, Myanmar, Thailand, dan Pakistan adalah negara asal utama bagi kami untuk mengimpor bahan TCM," ujar Dong.

Pada akhir 2019, Administrasi Produk Medis Nasional China dan Administrasi Umum Kepabeanan China mengumumkan bahwa Dewan Negara China sudah menyetujui Bandar Udara Zhengzhou menjadi pelabuhan udara impor-ekspor obat. Pada awal 2022, otoritas nasional menyetujui pelabuhan udara Bandar Udara Zhengzhou untuk memiliki fungsi mendaftar bahan obat untuk impor dan ekspor
Pada akhir 2019, Administrasi Produk Medis Nasional China dan Administrasi Umum Kepabeanan China mengumumkan bahwa Dewan Negara China sudah menyetujui Bandar Udara Zhengzhou menjadi pelabuhan udara impor-ekspor obat. Pada awal 2022, otoritas nasional menyetujui pelabuhan udara Bandar Udara Zhengzhou untuk memiliki fungsi mendaftar bahan obat untuk impor dan ekspor

Fungsi Bandar Udara Zhengzhou untuk mengimpor bahan TCM sangat menguntungkan Qianfang, yang mengimpor sekitar 200 ton bahan TCM per tahun, demikian dikatakan Dong.

Indonesia telah lama menggunakan berbagai jenis herbal untuk mengobati pasien dengan ribuan jenis herbal tropis yang manjur, sehingga China dan Indonesia memiliki potensi besar dalam kerja sama di bidang pengobatan tradisional.

Bea cukai di Bandar Udara Zhengzhou juga telah membuka jalur khusus untuk obat-obatan impor agar perizinan bea cukai diproses lebih cepat. Panduan dan bantuan lebih awal untuk perusahaan yang mengajukan perizinan bea cukai pun tersedia secara full-time.

Menurut pejabat dari Henan Province Airport Group Co., Ltd., Bandar Udara Zhengzhou memiliki daya saing menonjol seperti sarana yang lengkap, cakupan internet, serta efisiensi perizinan bea cukai yang tinggi, dan akan lebih berupaya untuk memperlancar impor-ekspor obat-obatan.