Jerry Sloan, pelatih legendaris Jazz meninggal pada usia 78 tahun

Jerry Sloan menaiki tangga menuju panggung di Basketball Hall of Fame untuk memberikan pidato pengukuhan pada 2009, namun seolah-olah dia takut pada apa yang akan terjadi beberapa menit ke depan.

Pada dasarnya, dia tidak pernah menginginkan menjadi sorotan.

"Ini cukup sulit bagiku," kata Sloan malam itu.

TIdak mudah baginya untuk berbicara tentang dirinya sendiri. Tapi kalau tentang bola basket, dia selalu membuatnya tampak sederhana.

Sloan, yang menghabiskan 23 tahun sebagai pelatih Utah Jazz dan membawa tim itu ke Final NBA pada 1997 dan 1998, meninggal pada usia 78 tahun. Pihak tim mengatakan bahwa selama empat tahun ia menderita penyakit Parkinson dan demensia.

Sloan memimpin masa kejayaan John Stockton dan Karl Malone era pick-and-roll-to-perfection di Salt Lake City. Dia berada di urutan keempat dalam daftar kemenangan terbanyak di NBA.

"Sebelum datang ke Utah, saya tentu sudah tahu tentang pelatih Sloan dan apa artinya dia bagi NBA dan dunia pelatihan," kata pelatih Jazz Quin Snyder, Jumat. "Tetapi, setelah berada di Utah, saya menjadi sadar betapa dia sangat berarti bagi negara."

Sloan adalah pemain All-Star sebanyak dua kali ketika menjadi pemain Chicago Bulls, memimpin almamaternya, Evansville, juara di kejuaraan nasional divisi perguruan tinggi NCAA dan merupakan asisten pelatih tim Olimpiade AS 1996 yang memenangi medali emas di Atlanta. Dia jatuh cinta dengan basket ketika menjadi siswa di sekolah di Illinois, dimana ia tidak pernah melupakan akarnya.

“Masa perjalanannya selama 40 tahun di NBA juga selaras dengan periode pertumbuhan luar biasa liga, masa di mana kami mendapat banyak manfaat dari kerendahan hati, kebaikan, martabat, dan kelas,” kata Komisaris NBA Adam Silver.

Sloan memiliki catatan 1.221 kemenangan saat menjadi pelatih di NBA, berada di belakang Lenny Wilkens, Don Nelson dan Gregg Popovich. Dan waktu Sloan selama 23 musim bersama Jazz adalah masa terpanjang kedua dengan satu tim dalam sejarah NBA, hanya terpaut satu pertandingan dengan Popovich yang bersama San Antonio Spurs selama 24 musim.

"Kami kehilangan salah satu raksasa bola basket, tidak hanya dari NBA tetapi juga bola basket secara umum," kata eksekutif lama NBA, Rod Thorn, yang mempekerjakan Sloan sebagai pelatih Bulls pada 1979.

"Tidak ada yang pernah bermain lebih keras. pemain yang sangat, sangat bagus dan kemudian menjadi salah satu pelatih top dalam sejarah NBA. "

Sloan juga dipuja ketika menjadi pemain Bulls, dan jersey nomor 4 miliknya adalah nomor pertama yang dipensiunkan dari kompetisi NBA.

"Loyalitas adalah lambang kehormatannya dan pendekatannya yang tanpa basa-basi membuat sempurna pertandingan itu," kata Presiden Miami Heat Pat Riley, sesama bintang Hall of Fame yang menyebutnya sebagai hal yang istimewa bisa bertanding dengan Sloan.

“Jerry akan mencatat sejarah sebagai salah satu pemenang hebat yang paling dikagumi dan guru bola basket yang disegani.”

Sloan menghabiskan 34 tahun bersama manajemen Jazz, sebagai pelatih kepala, asisten, pencari bakat atau penasihat bola basket senior. Sloan memulai karir sebagai pencari bakat, dipromosikan sebagai asisten di bawah Frank Layden pada 1984 dan menjadi pelatih keenam dalam sejarah klub tersebut pada 9 Desember 1988, setelah Layden mengundurkan diri.

"Sebagaimana Stockton dan Malone sebagai pemain, Jerry Sloan melambangkan kekompakan tim," kata klub Jazz dalam sebuah pernyataan. "Dia akan sangat dirindukan."

Sloan pensiun sebagai pelatih Jazz secara tiba-tiba pada tahun 2011, di tengah laporan konflik dengan Deron Williams, point guard tim saat itu.

“Saya tahu segalanya tidak berakhir baik di antara kami di Utah, namun saya senang bahwa saya mendapat kesempatan untuk duduk bersamanya sebelum terlambat,” tulis Williams. “Pasti sesuatu yang akan menghantui saya untuk sisa hidup saya."

Sloan adalah pelatih di Evansville meski hanya selama lima hari pada tahun 1977. Dia kemudian membuat keputusan yang sulit dan penting.

Dia akan mengambil alih posisi pelatih kampusnya, Arad McCutcheon, yang pensiun. Sloan menandatangani kontrak tetapi mundur tidak lama kemudian, dengan alasan pribadi yang tidak diungkapkan. Setahun kemudian, sebuah pesawat yang membawa tim dan pelatih Evansville jatuh, menewaskan semua 29 orang di dalamnya.

Seandainya dia tidak meninggalkan Evansville, bisa jadi Sloan adalah satu diantara mereka yang berada di pesawat itu. Dan dia tidak bisa melupakan dan selalu memikirkan peristiwa tersebut selama empat dekade berikutnya.

“Kejadian itu pada 13 Desember 1977, membuat saya sadar bahwa ada banyak hal lebih penting daripada bola basket,” kata Sloan pada 2009. “Meskipun saya menyukai permainan ini, saya akan selalu bersyukur atas apa yang diberikannya kepada saya. ”

Rentang waktu Sloan bersama Jazz sungguh luar biasa. Selama menjadi pelatih Utah, ia mencatat rekor menang kalah 1.127-682 di musim reguler, dan terjadi 245 pergantian pelatih di NBA dan bahkan lima tim - Charlotte, Memphis, Toronto, Orlando dan Minnesota - belum ada ketika ia mulai bergabung dengan Jazz.

Rekan-rekan sesama pelatih sering memperbincangkan Sloan. Rekor karir kepelatihan George Karl pun disalip oleh Sloan, membuat Karl mengagumi saingannya itu.

"Apa yang saya kagumi tentang dia, adalah dia teman bagi semua pelatih," kata Karl. "Dia membela pelatih. ... Dia adalah seorang pria yang tegas dengan pendiriannya, sehingga tidak ragu untuk bersikap agresif yang kadang berlebihan kepada wasit, sehingga sering diusir. Tapi kalau ia merasa bersalah, ia mengakuinya. Saya mengagumi itu."

Dia sempat melatih Chicago selama tiga musim dengan catatan menang-kalah (94-121). Karier bermain Sloan sebagai pemain di Chicago terhenti gara-gara masalah lutut. Selama karirnya, ia rata-rata menyumbang 14,0 poin, 7,4 rebound dan 2,5 assist dalam 755 pertandingan.