Jet-jet Tempur China Siap Habisi Taiwan dan Amerika dari Udara

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVAChina geram setelah mengetahui satu unit pesawat pengintai Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force), terbang di wilayah udara Republik China (Taiwan). Militer Amerika Serikat (AS) diduga mengirim pesawat intai RC-135W Rivet Joint, untuk memantau perkembangan konflik Taiwan dan China.

Dalam laporan Taiwan News yang dikutip VIVA Militer, China menyebut ada satu unit pesawat intai RC-135W telah terbang di atas ibukota Taiwan, Taipei. Meski demikian, Kementerian Pertahanan Taiwan justru membantah kabar tersebut dan menuding China menyebarkan berita bohong.

Pesawat mata-mata RC-135W terbang wilayah udara Taipei, Rabu 21 Oktober 2020. Dua hari kemudian, tepatnya Jumat 23 Oktober 2020, China kembali menangkap sinyal penerbangan pesawat intai militer AS di wilayah yang sama.

Seorang perwira Angkatan Udara Amerika Serikat-Pasifik (PACAF) yang tak bersedia disebut namanya, mengonfirmasi misi yang tengah dijalankan oleh pesawat RC-135W. Perwira Angkatan Udara AS ini menyatakan, penerbangan RC-135W di Taiwan, adalah misi rutin yang biasa dilakukan.

"Saya bisa mengonfirasi bahwa sebuah pesawat RC-135W Rivet Joint memang terbang di atas bagian utara Taiwan kemarin, sebagai bagian dari misi rutin," kata perwira Angkatan Udara AS yang tak disebutkan namanya, dikutip VIVA Militer dari The War Zone.

Situasi menjadi semakin membingungkan, sebab menurut Direktur Layanan Publik PACAF, Letnan Kolonel Tony Wickman, Angkatan Udara AS tidak memiliki satu unit pun pesawat intai RC-135W yang dikerahkan ke wilayah udara Taiwan.

"Kami tidak melihat pesawat AS di daerah itu pada tanggal dan waktu yang dipermasalahkan," ucap Wickman.

Pernyataan Wickan pun mendapat kecaman dari Pemimpin Redaksi media yang berafiliasi dengan Partai Komunis China (CPC), Global Times, Hu Xijin. Dalam editorial yang ditulisnya, apa yang dikatakan Wickman adalah bukti larangan pesawat militer Amerika terbang di atas wilayah udara Taiwan.

Xijin menyampaikan pernyataan keras mewakili China, jika sampai ditemukan ada pesawat militer AS terbang di wilayah Taiwan, maka Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) akan memberikan respons tegas.

"Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) akan menanggapi secara tegas dengan operasi, seperti mengerahkan jet tempur ke wilayah udara di atas pulau itu, untuk mempertahankan teritorial udara negara kami," tulis Xijin.

Baca juga: Xi Jinping Kibarkan Bendera Perang, Alarm Bahaya AS Kembali Menyala