Jet Tempur AS Manuver di Langit Natuna, TNI AU Angkat Bicara

Rifki Arsilan
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pertahanan udara Indonesia kemarin telah dihebohkan dengan manuver sebuah pesawat tempur asing yang terbang rendah di langit perairan Natuna.

Menyikapi kejadian tersebut, Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara pun langsung angkat bicara tentang insiden manuver pesawat tempur jenis Super Hornet yang terbang rendah di atas FPSO (Floating, Production, Storage and Off loading Vessel) Kakap Natuna yang dioperasikan oleh salah satu perusahaan minyak Indonesia itu.

Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah, kapal yang diduga jenis Super Hornet F-18 itu terbang di luar wilayah teritorial Indonesia. Kendati demikian, lanjutnya, saat ini pihaknya terus mendalami insiden tersebut dengan pihak-pihak terkait lainnya.

"Atas kejadian tersebut, disampaikan bahwa pesawat melintas di luar wilayah teritorial Republik Indonesia. Dan saat ini, TNI AU sedang mendalami kejadian tersebut dengan pihak terkait," kata Marsma TNI Indan Gilang dalam keterangan resminya, Rabu, 7 April 2021.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, baru-baru ini sebuah jet tempur Angkata Udara Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah melakukan manuver di wilayah udara Indonesia.

Jet tempur Super Hornet itu terbang rendah di atas Rig minyak salah satu perusahaan Indonesia yang berada di wilayah ZEE, sekitar 169 mile di sebelah barat dari Kepulauan Natuna.

Padahal, di hari yang sama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto baru saja meresmikan keberadaan kapal selam terbaru TNI Angkatan Laut, KRI Alugoro-405 sebagai bagian Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) di Fasilitas Pelabuhan (Faslabuh) TNI Angkatan Laut, Selat Lampa, Pulau Natuna, Kepri.

Baca: Terungkap Usai Tembak Prajurit Kostrad Bripka CS Sempat Buang Senjata