Jet Tempur Rusia Bombardir Kamp Pengungsi, Jenazah Bergelimpangan

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Jet tempur Rusia dan artileri SAA membombardir Kota Bannish, Senin 3 Agustus 2020, rudal-rudal ditembakkan di subuh waktu setempat.

Berdasarkan informasi yang dhimpun VIVA Militer, ledakan besar terjadi saat rudal-rudal jet tempur Rusia menghantam Kamp IDP. Bola api berkobar disertai kepulan asap hitam.

"3 warga sipil dari satu keluarga tewas, dan 7 lainnya luka-luka, setelah serangan udara Rusia dan serangan artileri oleh pasukan rezim di sebuah Kamp IDP di pinggiran Kota," tulis Organisasi Sukarelawan Pertahanan Sipil Suriah, White Helmets melalui siaran resminya.

Kamp IDP berada di sebuah area terbuka, ketika rudal-rudal menghantam, para pengungsi sedang tertidur di dalam tenda dan di bawah-bawah pohon rindang yang tumbuh di sana.

VIVA Militer: White Helmets mengevakuasi jenazah di Kamp IDP.
VIVA Militer: White Helmets mengevakuasi jenazah di Kamp IDP.

Kondisi para korban sangat mengerikan, jenazah bergelimpangan dengan tubuh penuh luka dan hangus terbakar. Jenazah dievakuasi White Helmets untuk dimakamkan sedangkan korban luka sudah dilarikan ke kamp kesehatan setempat.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pemerintah Presiden Bashar al-Assad atas serangan tak manusiawi yang menarget warga sipil yang sedang mengungsi itu.

Perlu diketahui, militer Rusia hadir di Suriah sebagai undangan resmi dari Assad, pasukan Kremlin dilibatkan untuk membasmi pemberontak dan teroris yang masih bercokol di Suriah pasca kehancuran ISIS.

Baca: Amerika Babak Belur, Militer Jerman dan Prancis Stop Beli Senjata