Jet Tempur TNI AU Patroli Bersama Pesawat Malaysia di Selat Malaka

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara kembali menggelar Patroli Terkoordinasi (Patkor) dengan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) di langit Selat Malaka.

Dalam Patroli Terkoordinasi Malaysia-Indonesia (Patkor Malindo) yang dilakukan pada hari Rabu, 7 April 2021 kemarin, TNI Angkatan Udara telah mengerahkan dua unit pesawat tempur F-16 milik Skadron Udara 16 Wing 6 lanud Roesmin Nurjadin. Sementara, Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) telah mengerahkan dua pesawat Hawk-108 dari Skadron 15.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Andi "Elanus" Kustoro awaki pesawat tempur F-16 langsung sebagai backseater dan pilot in command adalah Komandan Skadud 16 Wing 6 Letkol Pnb Andri "Harpy" Setyawan, S.T.,MMOAS., sedangkan pesawat Wingman diawaki oleh Lettu Pnb Didik Firmansyah.

Dalam patroli gabungan itu, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Andi "Elanus" Kustoro secara langsung mengawaki pesawat tempur F-16 sebagai backseater dan pilot in command adalah Komandan Skadud 16 Wing 6 Letkol Pnb Andri "Harpy" Setyawan, sedangkan pesawat Wingman diawaki oleh Lettu Pnb Didik Firmansyah.

Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Andi Kustoro menjelaskan, Patkor Malindo adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan dalam jangka Waktu 1 tahun sekali. Hal itu diselenggarakan atas kerjasama antara TNI Angkatan Udara dengan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) di atas wilayah udara perairan Selat Malaka.

"Paktor Malindo-21 diadakan sebagai bentuk Komitmen Angkatan Udara dua negara dalam merekatkan hubungan baik yang telah terjalin sejak dulu dan membangun kerjasama yang baik serta solid dan membangun rasa saling menghargai dan menjaga wilayah Selat Malaka," kata Marsma TNI Andi Kustoro dalam keterangan resminya, Kamis, 8 April 2021.

Dia menambahkan, sebagai kawasan strategis bagi masing-masing negara, Patkor Malindo-21 diharapkan hadir sebagai momentum untuk menciptakan hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia yang lebih baik dalam cakupan aspek kehidupan yang lebih luas.

"Salah satu tugas TNI Angkatan Udara adalah, menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi," ujarnya.

Untuk diketahui patroli udara itu dilakukan sehari setelah jet tempur Amerika Serikat bermanuver terbang rendah di dekat wilayah Natuna. Sebagaimana diberitakan VIVA Militer sebelumnya, pada hari Selasa, 6 April 2021 lalu, satu unit jet tempur yang diduga jenis Super Hornet F-18 milik tentara Amerika Serikat terbang rendah dan melakukan manufer di atas di atas FPSO (Floating, Production, Storage and Off loading Vessel) Kakap Natuna milik salah satu perusahaan minyak Indonesia yang berada di wilayah ZEE, sekitar 169 mile di sebelah barat dari Kepulauan Natuna.

Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah, kapal yang diduga jenis Super Hornet F-18 itu terbang di luar wilayah teritorial Indonesia. Kendati demikian, saat ini pihaknya terus mendalami insiden tersebut dengan pihak-pihak terkait lainnya.

Baca: Kisah Jenderal TNI Kopassus yang Hampir Tewas Kena Ledakan Bom