JFA: "Kecil kemungkinan" Jepang jadi tuan rumah Piala Asia 2023

Para petinggi sepak bola Jepang mengatakan pada Rabu, "kecil kemungkinan" mereka akan mengajukan penawaran menggantikan China sebagai tuan rumah Piala Asia tahun depan, dua hari sebelum batas waktu untuk menyatakan minat.

Korea Selatan telah mengajukan penawaran resmi ke Konfederasi Sepak Bola Asia untuk menjadi tuan rumah kompetisi 24 tim, yang dijadwalkan pada Juni dan Juli 2023 itu.

Ketika ditanya apakan Asosiasi Sepak Bola Jepang berencana mengajukan penawaran, Direktur Teknik JFA Yasuharu Sorimachi mengatakan kepada wartawan "Kami mempertimbangkannya namun kecil kemungkinannya".

China akan menjadi tuan rumah turnamen tersebut namun menarik diri pada Mei karena tantangan terkait strategi zero-COVID yang ketat.

Baca juga: AFC: China tak lagi tuan rumah Piala Asia 2023
Baca juga: Korea Selatan ajukan diri jadi tuan rumah Piala Asia 2023

AFC mengundang penawaran baru untuk menjadi tuan rumah pada kompetisi empat tahunan tersebut dan menetapkan batas waktu 30 Juni, yang kemudian diperpanjang hingga 15 Juli.

Jepang, yang telah memenangi Piala Asia empat kali, terakhir menjadi tuan rumah turnamen tersebut pada 1992.

Korea Selatan belum pernah menjadi tuan rumah Piala Asia sejak 1960, sekali-kalinya mereka menggelar event tersebut.

Pembatasan COVID telah mendorong China keluar dari peta olahraga global.

Pada Mei, penyelenggara Asian Games, yang rencananya akan digelar pada September di Hangzhou, menunda event tersebut karena masalah logistik yang disebabkan oleh COVID.

World University Games, yang semua akan digelar di Chengdu pada Juni, juga ditunda untuk kedua kalinya karena "ketidakpastian kondisi yang berkelanjutan".

Baca juga: PSSI resmi ajukan diri jadi tuan rumah Piala Asia 2023
Baca juga: Australia pertimbangkan tawarkan diri jadi tuan rumah Piala Asia 2023

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel