Jhoni Allen Serang SBY, Demokrat: Orang Tidak Paham Sejarah

Hardani Triyoga, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Partai Demokrat menanggapi pernyataan Jhoni Allen Marbun yang menyebut Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY tidak berkeringat, apalagi berdarah-darah dalam mendirikan partai. Pernyataan Jhoni tersebut dinilai keliru besar.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyampaikan pernyataan Jhoni tersebut sebagai manipulasi sejarah. Sebab, menurut dia, peran SBY sangat besar dalam pendirian Demokrat.

"Kalau dibilang SBY tidak berdarah-darah membangun Partai Demokrat, mungkin yang bilang begitu tidak tinggal di planet bumi. Tinggal di planet Mars kali. Ini namanya manipulasi sejarah kalau bilang nggak ada keringat Pak SBY mendirikan partai," kata Herzaky, Senin 1 Maret 2021.

Herzaky menjelaskan gagasan membentuk Demokrat diawali saat SBY kalah dari Hamzah Haz untuk menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri dalam pemilihan di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tahun 2001. Kemudian, atas saran mendiang Ventje Rumangkang, SBY mendirikan partai. Alasannya, karena banyak orang yang ingin SBY jadi pemimpin nasional, termasuk menjadi wakil presiden.

"Setelah berdiskusi dengan Ibu Ani, Bapak SBY kemudian mengamini usulan Ventje. SBY pula yang kemudian menciptakan nama, logo, bendera, mars, hingga manifesto politik Partai Demokrat. Partai ini pun didirikan pada 9 September 2001, mengambil tanggal yang sama dengan hari ulang tahun SBY pada tanggal 9 bulan sembilan," sebut Herzaky

Kemudian, SBY juga menentukan jumlah deklarator pendiri partai sebanyak 99 orang. Dari deklarator itu, di antaranya ada nama staf pribadi SBY. Setelah partai terbentuk, Ani Yudhoyono, istri SBY, juga didapuk menjadi wakil ketua umum.

"Hal-hal tersebut demi meyakinkan publik dan menjadi representasi SBY di Demokrat. Ini kenyataan sejarah yang tidak bisa dipungkiri, kalau dibilang tidak ada keringat Pak SBY mendirikan partai, itu ketahuan orang yang tidak paham sejarah," lanjutnya.

Dia menekankan SBY tak pernah mengklaim pendirian Demokrat sebagai awal perjuangannya sendiri.

"SBY sendiri tak pernah mengklaim berdirinya Demokrat sebagai perjuangannya sendiri. Namun kami mengaku heran jika kini banyak deklarator atau pendiri partai yang merasa lebih besar dan berjasa mendirikan partai," tutur Herzaky

Partai Demokrat, kata Herzaky, memang didirikan untuk menjadi kendaraan politik yang mendorong SBY menjadi calon presiden.

"Realita politik menyebutkan kalau tidak ada figur Pak SBY, orang nggak akan memilih Partai Demokrat, enggak segitu angkanya. Sebagai contoh, suara Partai Demokrat 20 persen di tahun 2009, suara Bapak SBY 61 persen. Ini saja sudah menunjukkan, ketokohan Bapak SBY itu sangat penting bagi Partai Demokrat," ujarnya.

Baca Juga: Jhoni Allen: Demi Tuhan, SBY Tidak Berkeringat dan Berdarah-darah