JICT perkuat lini derek peti kemas kapasitas 65 ton sekali angkut

Terminal Petikemas Internasional Jakarta (JICT) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, meningkatkan lini derek peti kemas (crane container/CC) sebanyak dua unit berkarakter twin lift penuh dengan kapasitas 65 ton untuk sekali angkut.

"Harga dua CC ini pengadaannya 15 juta dolar AS," kata Wakil Direktur Utama JICT Budi Cahyono di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu.

Baca juga: Insiden truk peti kemas tergerus di Tanjung Priok bukan pungli

Dua unit derek peti kemas produksi Sany Machines China itu diklaim lebih mutakhir dari delapan derek yang dimiliki JICT saat ini, terdiri dari enam unit super post-panamax yang memiliki jangkauan 24 baris (row) petikemas

dan dua unit post-panamax yang memiliki jangkauan 22 baris (row) petikemas.

Direktur Utama JICT Ade Hartono mengatakan derek peti kemas tersebut mutakhir karena karakter twin lift penuhnya sehingga lebih cepat mengangkut peti kemas ukuran 20 kaki. Bukan satu persatu (twin lift spreader) seperti derek peti kemas yang sudah ada di JICT.

Produk baru itu didatangkan sekitar awal Maret, namun tidak langsung dioperasikan karena harus menjalani tes fungsi (comissioning test) selama satu bulan.

Baca juga: Kejati DKI sita satu kontainer barang bukti kasus ekspor minyak goreng

"Baru pada hari ini kami melakukan inaugurasi, peresmian atau penggunaan secara resmi, dua CC baru kami ini," kata Ade di lokasi yang sama.

Dengan adanya karakter twin lift penuh tadi, adanya dua unit derek peti kemas baru itu diharapkan dapat meningkatkan kecepatan pergerakan arus keluar-masuk barang dan dokumen pelanggan JICT dari 26 pergerakan per jam menjadi 28 pergerakan per jam (move per hour/MPH).

Ade berharap derek peti kemas berkemampuan jangkauan 24 baris itu dapat melayani secara prima terhadap kapal besar dan kapal induk yang bersandar di Dermaga JICT.

Baca juga: JICT koordinasi dengan sejumlah pihak urai kepadatan lalin di Priok

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel