Jika Alien Kontak Bumi, Rakyat Minta Referendum

Amal Nur Ngazis, Misrohatun Hasanah

VIVA – Ilmuwan masih penasaran dengan kehidupan makhluk di luar Bumi atau yang akrab disebut alien. Belum ada yang dapat membuktikan alien itu benar-benar ada. Tapi survei mengatakan, jika ada kontak dari makhluk luar angkasa, satu dari 10 orang di Inggris menginginkan referendum. Untuk apa sih, sampai bawa referendum segala.

Dilansir dari situs Mirror, Kamis 12 September 2019, survei ini dilakukan terhadap 2.000 orang Inggris oleh peneliti University of Oxford, Inggris. Namun hasilnya berbeda dengan klaim survei yang dilakukan Michael Gove pada 2016.

Hasil survei terbaru itu menunjukkan, jika alien berusaha menghubungi Bumi, 39 persen responden memilih tim ilmuwan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan bagaimana merespons kontak alien tersebut. Hasil ini tiga kali lebih banyak dibanding responden yang memilih opsi pemilihan tak langsung sebesar 15 persen. Sementara pilihan terendah, 11 persen responden memilih referendum.

Jika responden dipaksa memilih referendum, 56 persen masyarakat di Inggris memilih kontak dengan alien. Sekitar 20,5 persen responden mengatakan tidak tahu mau bagaimana, 14 persen memilih tidak memulai kontak dengan alien dan 9,2 persen tidak memilih referendum.

Leah Trueblood dari Departemen Hukum University of Oxford mengatakan, hubungan antara sains dan demokrasi menarik untuk dipahami.

"Referendum akan memberi pandangan publik yang lebih luas dan akan berguna jika digunakan bersama dengan para ilmuwan. Banyak juga yang menjawab tidak tahu. Publik harus berpikiran terbuka tentang proses keputusan yang terbaik untuk manusia," katanya.

Baca juga ya: Misteri Monster Loch Ness Terungkap!

Ilmuwan sebenarnya sudah berusaha berkontak dengan alien. Misalnya proyek Messaging Extraterrestrial Intelligence (METI) yang mengirim pesan ke Luyten's Star pada 2017. Seharusnya nanti pada 2041 ada balasan pesan.

"Tidak ada yang tahu apakah atau kapan kita akan menerima pesan dari makhluk luar angkasa, tetapi para astronom mendengarkan dan itu bisa terjadi kapan saja," kata ahli di Departemen Fisika, Peter Hatfield.