Jika BBM naik, aktivis ancam turunkan SBY

MERDEKA.COM. Aktivis lintas partai dan mahasiswa kompak menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Mereka menilai kenaikan, lalu rakyat disubsidi dengan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) hanya akal-akalan Presiden SBY.

"Pertama, menurut penilaian kami subsidi terhadap kesejahteraan rakyat, subsidi agar energi menjadi murah, subsidi kesehatan terjangkau, pendidikan gratis, sembako murah dan terjangkau adalah tanggung jawab pemerintah," ujar aktivis Petisi 28 Haris Rusly di Penus Cafe Jakarta, Minggu (16/6).

Menurutnya, subsidi bukan penyebab kebangkrutan negara. Alokasi dari APBN untuk kesejahteraan rakyat bukan penyebab kebangkrutan ekonomi negara.

"Penyebab ekonomi bangkrut karena meluasnya kejahatan korupsi oleh politisi dan pejabat pemerintah pusat hingga daerah yang ratusan miliar sudah dikorup," katanya.

"Satu sistem politik yang boros, pilpres, pilkada hingga pilkades langsung yang melumat uang negara. Ekonomi bangkrut bukan karena subsidi melaksanakan tanggung jawab agar energi murah, subsidi gratis," katanya.

Kedua, ia menilai kebijakan BLSM negara dalam hal ini memposisikan diri sebagai pihak lain yang mengasihani rakyat. Padahal pemerintah dipilih oleh rakyat.

"BLSM kami nilai tujuan bukan menolong masyarakat tapi untuk sogokan ekonomi dengan tujuan meredam dan melumpuhkan kemarahan rakyat. Menyelamatkan partai Demokrat dari keterpurukan agar dipilih pada 2014," jelasnya.

Untuk itu, ia meminta besok para mahasiswa untuk bangkit dari kampus dan membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM. Kemudian kepung kantor-kantor pemerintahan, seperti istana, gubernur, DPR dan DPRD.

"Menyerukan kepada gerakan mahasiswa yang bisa menghancurkan satu konspirasi busuk untuk mencekik masyarakat. Hanya mahasiswa yang kami harapkan untuk melumpuhkan konspirasi dan di seluruh besok untuk bangkit dari kampus, kepung Istana, DPR, DPRD, kantor gubernur," terangnya.

Jika besok, akhirnya DPR menyetujui APBNP dengan menaikan BBM, maka mereka akan menuntut SBY turun.

"Kalau besok akhirnya parlemen menyetujui APBNP untuk menaikan BBM, maka kami nuntut turunkan SBY, adili rezim SBY dan bubarkan parlemen. Itu posisi kami," tandasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.