Jika Ditemukan Lebih dari 5% Kasus Covid di Sekolah, PTM Disetop 10 Hari

Merdeka.com - Merdeka.com - Pembelajaran tatap muka (PTM) diizinkan 100 persen untuk daerah dengan level PPKM 1,2, dan 3. Tetapi bila dalam perjalannya ditemukan kasus positif tentu ada langkah-langkah yang harus dilakukan.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Bersama (SKB Empat Menteri) Nomor 01/KB/2022, Nomor 408 Tahun 2022, Nomor HK.01.08/MENKES/1140/2022, Nomor
420-1026 Tahun 2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19.

Apabila kasus positif terkonfirmasi lebih dari 5 persen dan terjadi klaster penularan, maka PTM dapat dihentikan sementara.

"Sekurang-kurangnya 10x24 jam," jelas Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Sesjen Kemendikbudristek), Suharti, dalam rilis yang diterima merdeka.com, Rabu (11/5).

Tetapi, apabila setelah dilakukan surveilans dan ditetapkan bukan merupakan klaster penularan. Selain itu angka terkonfirmasi positif di bawah 5 persen, maka PTM terbatas hanya dihentikan pada kelompok belajar yang terdapat kasus konfirmasi dan/atau kontak erat Covid-19.

"Selama 5x24 jam," sambung dia.

Selanjutnya, apabila hasil surveilans perilaku penerapan prokes di satuan pendidikan di bawah 80 persen, maka perlu dilakukan asesmen ulang kesiapan daftar periksa dan penerapan protokol kesehatan.

Sebelumnya, Pemerintah pusat dan pemerintah daerah, katanya, diminta wajib melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan pembelajaran dan melakukan surveilans epidemiologis. Jika ditemukan pelanggaran protokol kesehatan pada saat pembelajaran tatap muka berlangsung, harud diberikan sanksi.

"Dapat diberikan sanksi oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, ataupun kantor wilayah Kementerian Agama provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya," katanya. [lia]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel