Jika jadi anggota DPR, Charles Bonar tak mau seperti Eko Patrio

MERDEKA.COM. Bakal calon legislatif Partai Golkar, Charles Bonar Sirait, menyatakan bakal melepas semua pekerjaan di bidang hiburan, jika benar-benar terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Bahkan, dia secara tidak langsung sempat menyindir anggota Komisi X DPR Fraksi Partai Amanat Nasional, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, yang masih aktif di dunia hiburan, tapi prestasinya mandeg di bidang politik.

"Ada salah satu anggota DPR, saya tidak sebut namanya lah ya, kok masih sering tampil di acara lawak televisi. Saya terus terang katakan sebagai masyarakat tidak bangga dengan Anda," kata Charles dalam diskusi bertajuk Polemik: Bukan Caleg Biasa, di restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/5).

Charles menyayangkan sikap para artis yang menjadikan jabatan anggota DPR sebagai pekerjaan sampingan. Buat dia, ketika seorang pesohor memutuskan menjadi anggota DPR, maka mestinya mereka sudah memiliki pengetahuan dan kemampuan mumpuni buat bersaing memperjuangkan kepentingan rakyat.

Dia pun mengumbar janji tidak bakal korupsi jika lolos menjadi anggota DPR dalam Pemilu 2014. Dia bahkan tegas mengatakan bakal keluar dari partai jika dipaksa buat korupsi.

"Kalau partai yang minta (korupsi), saya pasti akan mundur. Saya akan jadi orang pertama yang mundur bila partai minta saya korupsi," ujar Charles.

Charles yang juga pembawa acara televisi kondang itu mengatakan, para calon legislatif yang merapat ke partai dan cuma memikirkan bagaimana caranya mendapatkan uang, sudah sangat salah. Menurut dia, jika dibiarkan, mereka pasti akan melakukan korupsi lewat segala cara. Dia pun memberikan kiat buat menghindari tindak rasuah itu.

"Ya kalau Anda sudah punya sikap yang jelas dan maju ke DPR dengan hati bersih, Anda tidak akan menolerir berbagai pembicaraan ilegal seperti rapat setengah kamar, rapat-rapat tidak resmi, dan tegas menolaknya," ujar Charles.

Satu lagi, Charles menegaskan enggan menjadi anggota Badan Anggaran. Menurut dia, di Banggar sarat peluang buat korupsi.

"Saya sudah bilang enggak tertarik duduk di Banggar karena bukan bidang saya. Dan di situ juga ada peluang korupsi walau tidak semua begitu," cetusnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.