Jika Menang, Audy Joinaldy Mau Wujudkan Sumbar Jadi Lumbung Beras

Hardani Triyoga
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kampanye gencar terus dilakukan Calon Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy, dengan menemui berbagai elemen masyarakat Ranah Minang. Salah satunya dengan menemui kalangan petani.

Joinaldy mengatakan pertanian masih jadi tulang punggung ekonomi Sumbar. Sebagian masyarakat Sumbar juga mengandalkan sektor pertanian sebagai pendapatan sehari-hari.

“Tulang punggung Sumbar ini adalah pertanian. Maka dari itu harus difokuskan pada pertanian. Baik tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, dan peternakan,” tutur Joinaldy, dalam keterangannya, Jumat 6 November 2020.

Dia mengatakan Sumbar punya potensi untuk menjadi lumbung beras nasional. Wilayah potensi itu seperti Kabupaten Solok yang bisa jadi sentra beras.

Baca Juga: Dua Nasution Beradu Gagasan di Debat Perdana Pilkada Medan

Pun, ia mengutip data Badan Pusat Statistik Sumbar dengan web sumbar.bps.go.id, diketahui bahwa jumlah produktivitas padi saat ini di ranah Minang mengalami penurunan.

Menurutnya, dari data itu bahwa pada 2017 produktivitas padi 52,47 sebanyak kuintal/hektar). Sementara, pada 2019 menurun jadi 47,58 (kuintal/hektar).

Terkait itu, ia berusaha mendengarkan keluhan yang dihadapi petani. Ia pun menemui sejumlah petani di kawasan Perbukitan Mungguang Jaro Batu, Jorong Pakan Jumat, Nagari Jawi-jawi, Kabupaten Solok, pada Kamis kemarin, 5 November 2020.

Dalam pertemuan itu, salah satunya yang dibahas adalah kelangkaan pupuk bersubsidi untuk para petani. Kemudian, ditambah harga pupuk yang begitu mahal.

"Modal yang mereka keluarkan untuk bertani sering kali tak kembali karena hasil panen yang tidak menjanjikan," sebut Joinaldy yang diusung koalisi PKS dan PPP itu..

Menurut dia, persoalan pertanian di Tanah Air sebenarnya tak jauh-jauh dari keluhan petani di Sumbar seperti masalah pupuk. Ia menekankan jika terpilih nanti, Joinaldy bersama Mahyeldi Ansharullah siap menggandeng Kementerian Pertanian untuk meningkatkan bantuan sektor pertanian di Sumbar seperti bantuan benih dan pupuk.

Selain itu, ada persoalan minimnya fasilitas alat bertani yang kurang memadai.

“Permasalahan yang hampir sama disetiap titik Sumbar. Permasalahan yang sama di seluruh tempat Indonesia. Ibu merupakan orang ke 400, yang berbicara kepada saya," ujar pengusaha asli Solok tersebut. (ren)