Jika PPKM Darurat Diperpanjang, Begini Respons Emiten

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menyatakan keputusan soal perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau PPKM Darurat akan diumumkan paling lambat tiga hari ke depan.

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, pihaknya sedang evaluasi PPKM dengan jangka waktu dan apakah dibutuhkan perpanjang lebih lanjut.

"Kami akan laporkan kepada Bapak Presiden dan dalam dua tiga hari ke depan kami akan mengumumkan secara resmi,” ujar Luhut dalam konferensi pers evaluasi pelaksanaan PPKM Darurat, Sabtu 17 Juli 2021 dikutip dari Kanal Bisnis Liputan6.com.

Lalu bagaimana respons emiten jika PPKM Darurat diperpanjang?

Direktur PT Ciputra Development Tbk, Tulus Santoso menuturkan, pemerintah paling tahu kondisi terakhir dan mencari solusi yang terbaik. Pihaknya mengikuti arahan pemerintah dan berharap pandemi COVID-19 segera berakhir. Tulis mengatakan, potensi perpanjangan PPKM Darurat akan berdampak terhadap perseroan. Namun, kalau masih dalam hitungan minggu seharusnya tidak menjadi masalah.

"Kita ikut arahan pemerintah saja dengan doa semoga pandemi segera berakhir. Ya berdampak (perpanjangan PPKM Darurat-red) tapi kalau masih hitungan minggu should be no problem. Kita di properti lihat jangka panjang,” tutur dia saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Minggu (18/7/2021).

Saat ditanya mengenai potensi PHK, Tulus mengatakan tidak ada rencana tersebut.

Sementara itu, Marketing Director PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Wiwiek Yusuf menyatakan, pemerintah dan semua pihak hadapi pilihan sulit. Namun, kesehatan adalah utama.

Oleh karena itu, ia menuturkan, pelaksanaan PPKM Darurat harus diikuti kedisiplinan untuk mentaati protokol kesehatan. Dengan demikian diharapkan pandemi COVID-19 cepat selesai.

Wiwiek mengatakan, pihaknya pun berusaha untuk tetap melayani kebutuhan masyarakat sesuai pembatasan yang berlaku. "Dan juga mendorong belanja online lewat Klik Indomaret,” tutur dia.

Apa Dampaknya ke IHSG?

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Lalu bagaimana dampaknya ke IHSG jika PPKM Darurat diperpanjang? Direktur Ekuator Swarna Investama, Hans Kwee mengatakan, dampak ada skenario perpanjangan PPKM Darurat telah terjadi sejak Selasa dan Rabu pekan lalu seiring tekanan di pasar saham.

"Kalau kita lihat pasar turun tak terlalu terkoreksi. tapi mungkin pergerakannya terbatas," katanya kepada Liputan6.com, Sabtu, 17 Juli 2021.

Hans menambahkan, ada beberapa emiten yang akan semakin tertekan karena ruang pergerakan masyarakat dibatasi karena PPKM Darurat, terutama emiten pengelola mal dan transportasi.

"Tapi secara umum pasar enggak terkoreksi banyak ya, karena memang sebelumnya sudah terkoreksi," kata dia.

Hans menuturkan, ada kemungkinan IHSG koreksi di bawah 6.000. IHSG pun tak jauh berada di posisi tersebut. Pada penutupan perdagangan Jumat, 16 Juli 2021, IHSG naik 0,43 persen ke posisi 6.072,51.

"Mungkin saja di bawah 6.000 karena memang harganya saat ini juga enggak jauh dari 6.000,” kata Hans.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel