Jika Stok Dalam Negeri Kurang, Luhut Buka Opsi Impor Oksigen

·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan mengatakan, pemerintah telah berencana untuk mengambil langkah membuka keran impor oksigen.

Dia menjelaskan, apabila stok oksigen di dalam negeri memang kurang sementara kebutuhan terus meningkat, maka opsi impor oksigen memang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah.

"Memang (pasokan) oksigen di beberapa tempat kurang, dan ini coba kita atasi. Bahkan ada opsi kita mengimpor dan sekarang on going," kata Luhut dalam telekonferensi, Senin 5 Juli 2021.

Luhut berharap agar pasokan 'oxygen concentrator' juga sudah bisa segera tersedia, setidaknya pada Selasa atau Rabu besok, agar bisa segera diakses oleh masyarakat yang membutuhkannya.

Di sisi lain, dia pun telah menugaskan Kementerian Perindustrian untuk memastikan kapasitas dan sumber-sumber untuk mengimpor oksigen, sekaligus memastikan kapan waktu kedatangannya.

"Kita sudah menugasi Kemenperin untuk pasokan oksigen impor," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menjelaskan keamanan dan kebersihan oksigen bisa terjamin dan diperiksa dengan menggunakan teknologi analisis hazard operability.

Agus juga memastikan bahwa kapasitas oksigen fasa cair tersebut akan dioptimalkan 100 persen untuk kebutuhan medis, sebagaimana yang sangat urgent dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia saat ini.

"Kita sedang melakukan konsolidasi dengan para pihak produsen, untuk bisa memastikan kapasitas, ketersediaan, dan sumber oksigen," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel